Komisi II DPRD Riau Berharap Industri Tetap Jalan, Petani Kelapa Sejahtera
- 13 Sep 2026 18:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Indragiri Hilir – Komisi II DPRD Provinsi Riau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Sambu Group di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat 11 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait anjloknya harga kelapa ditingkat petani yang dinilai belum mampu menutup biaya operasional kebun.
Ketua Komisi II Adam Syafaat mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Riau untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi industri kelapa sekaligus persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Kami dari DPRD Riau datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kita ingin memastikan bagaimana kondisi industri dan bagaimana dampaknya terhadap petani kelapa,” ujar Ketua DPD PKS Rokan Hulu tersebut.
Menurut Adam, persoalan harga kelapa tidak bisa hanya dilihat dari sisi petani maupun industri. Pemerintah perlu menghadirkan tata niaga yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri dan kesejahteraan petani. “Kami mendorong harus ada skema tata niaga kelapa yang jelas. Harus ada acuan harga kelapa, seperti yang diberlakukan pada kelapa sawit. Kemudian diberikan deviasi atau toleransi harga sehingga ada kepastian bagi petani maupun industri,” kata Adam.
Selain itu, pemerintah juag harus berperan membuka dan mencari pasar baru, baik domestik maupun ekspor, untuk meningkatkan penyerapan produk kelapa.
“Kami juga mendorong pemerintah membangunan industri pengolahan kelapa baru di Inhil, sehingga kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tapi bisa dijual dalam bentuk produk turunan lainnya, sehingga nilai jual akan lebih tinggi,” ucapnya
Selain persoalan harga, Komisi II DPRD Riau juga mendorong PT Sambu Group untuk ikut berperan dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa masyarakat.
Adam meminta perusahaan mengembangkan riset dan pembibitan kelapa unggul yang nantinya dapat disalurkan kepada petani. “Kami juga mendorong PT Sambu untuk mengembangkan riset bibit kelapa unggul. Bibit yang baik bisa disalurkan kepada petani, sehingga petani memiliki kepastian terhadap hasil panennya,” ucapnya.
Menurutnya, peningkatan produktivitas merupakan bagian penting dari penyelesaian persoalan kelapa dalam jangka panjang. Petani tidak hanya membutuhkan harga yang baik, tetapi juga membutuhkan tanaman dengan produktivitas tinggi dan kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan industri.
Sementara itu, Humas Sambu Group, A. Ginting, menjelaskan bahwa industri kelapa saat ini menghadapi kondisi yang tidak mudah.
Menurutnya, kondisi industri tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku, tetapi juga sangat dipengaruhi kemampuan pasar domestik dan ekspor dalam menyerap produk olahan kelapa.“Industri kelapa saat ini berada dalam posisi yang tidak mudah. Kondisi yang dihadapi industri tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku, tetapi juga sangat dipengaruhi kemampuan pasar domestik dan ekspor dalam menyerap produk olahan kelapa,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Ginting, keberlanjutan pembelian kelapa dari petani tetap harus dijaga karena menyangkut mata pencaharian masyarakat dan perputaran ekonomi di wilayah yang menjadi ekosistem kelapa. “Keberlanjutan pembelian dari petani kelapa tetap perlu dijaga karena menyangkut mata pencaharian petani dan perputaran ekonomi di wilayah ekosistem kelapa,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Riau juga membahas sejumlah persoalan lainnya, di antaranya pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengelolaan limbah, serta keberadaan dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....