Tim Karhutla Mabes TNI Edukasi Warga Kampar Cegah Kebakaran

  • 31 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Markas Besar (Mabes) TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII mengunjungi Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin 31 Agustus 2026.

Kehadiran tim tersebut untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan, khususnya menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla.

Kegiatan dipimpin Brigjen TNI Sudarma Setiawan dengan melibatkan 23 personel. Penyuluhan dibagi menjadi dua tim yang secara bersamaan menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar.

Tim pertama melaksanakan penyuluhan di Kantor Camat Koto Kampar Hulu, sedangkan tim kedua memberikan edukasi di Kantor Camat XIII Koto Kampar.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok masyarakat, koperasi, hingga perusahaan perkebunan yang berada di wilayah Kabupaten Kampar.

Dalam penyuluhan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tiga fase utama dalam penanganan Karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.

Brigjen TNI Sudarma Setiawan mengatakan, pencegahan harus menjadi langkah utama untuk menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat juga kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,” ujar Sudarma.

Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Markas Besar (Mabes) TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar, Senin (31/8/2026) (Foto : Pasis Dikreg Seskoad LXVIII)

Selain materi mengenai pencegahan Karhutla, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan aplikasi yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus mendukung respons terhadap potensi kebakaran di lapangan.

Sudarma menekankan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Perusahaan perkebunan, pemerintah daerah, aparat keamanan, kelompok masyarakat, dan warga memiliki peran penting dalam mengantisipasi munculnya titik api.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci karena penanganan Karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada satu institusi. Peran aktif seluruh elemen masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan kebakaran, diperlukan untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Peserta penyuluhan juga diharapkan menjadi perpanjangan informasi dengan meneruskan materi dan pesan-pesan pencegahan Karhutla kepada masyarakat lainnya yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara langsung.

Selain melaksanakan penyuluhan, Pasis Dikreg Seskoad LXVIII juga melakukan analisis data terkait Karhutla bersama Polres Kampar. Analisis tersebut turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pemahaman terhadap kondisi Karhutla di wilayah Kampar sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....