Kemenag dan DPRD Riau Imbau Maulid Nabi Digelar dengan Memperhatikan Kabut Asap
- 25 Agt 2026 07:39 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau bersama DPRD Riau mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan di tengah meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Rahmat Suhadi, mengatakan kondisi kabut asap mulai terasa cukup pekat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pada pagi hari, jarak pandang masyarakat mulai terganggu akibat asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
“Berkaitan juga karena saat ini kita sama-sama sudah merasakan bau asap yang cukup menyengat mulai dari subuh tadi. Sebenarnya sudah beberapa hari ini, tetapi yang pekat itu terasa pada hari ini,” ujar Rahmat, Senin 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut juga berdampak terhadap jarak pandang yang semakin terbatas. Oleh karena itu, Rahmat mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Riau untuk menjaga kondisi kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
“Kami mengimbau kepada ASN Kementerian Agama untuk menjaga kesehatan, minum yang cukup, serta menjaga nutrisi yang dikonsumsi,” katanya.
Rahmat juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan asap. Ia berharap kondisi kabut asap dapat segera berakhir dan hujan turun di wilayah yang mengalami kebakaran maupun daerah yang terdapat titik panas.
“Menggunakan masker terutama sebagai ikhtiar kita untuk mengantisipasi dampak terhadap kabut asap ini. Mudah-mudahan kabut asap ini segera tuntas, dan Allah memberikan hujan yang lebat di tempat-tempat sumber hotspot, titik panas, maupun lokasi terjadinya kebakaran,” harapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi III, Abdullah, mengimbau masyarakat agar pelaksanaan kegiatan perayaan, termasuk Maulid Nabi Muhammad SAW, tetap memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan tetap dapat dilaksanakan, namun perlu menyesuaikan dengan situasi kualitas udara yang saat ini kurang baik.
“Khususnya Maulid Nabi, kita tidak melarang itu. Namun harapan kita untuk meminimalisir kondisi kesehatan agar tidak menjadi satu problem di masyarakat dengan kondisi asap yang cukup tinggi,” ujar Abdullah.
Ia menyarankan agar kegiatan perayaan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak dapat dilaksanakan di dalam ruangan untuk mengurangi risiko paparan asap.
“Harapan kita agenda-agenda yang sifatnya perayaan bisa dilakukan secara maksimal di dalam ruangan,” katanya.
Abdullah berharap masyarakat tetap dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan baik, namun tetap mengutamakan kesehatan dan menjaga kondisi tubuh di tengah situasi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....