Ancaman El Nino, Disperindag Pekanbaru Waspadai Kenaikan Harga Sembako
- 24 Agt 2026 11:42 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai menyalakan alarm waspada terhadap ancaman krisis pangan. Fenomena cuaca ekstrem El Nino yang memicu kekeringan panjang dikhawatirkan akan berdampak buruk pada sektor pertanian, yang berpotensi memicu gelombang gagal panen di berbagai sentra produksi.
Salah satu komoditas krusial yang paling rentan terdampak oleh anomali cuaca ini adalah tanaman cabai. Jika pasokan dari petani terhenti akibat tanaman yang mati kekeringan, ketersediaan barang di pasaran otomatis akan menipis sehingga potensi lonjakan harga komoditas pedas ini dipastikan tidak terhindarkan lagi.
Hingga saat ini saja, nilai jual cabai di berbagai pasar tradisional wilayah Pekanbaru masih tergolong cukup mencekik kantong masyarakat. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa cabai merah masih tertahan di banderol yang cukup tinggi, yakni menyentuh angka Rp50.000 untuk setiap kilogramnya.
Lebih parah lagi, varian cabai rawit bahkan telah menembus kisaran harga Rp65.000 per kilogram. "Lonjakan nilai jual cabai ini merupakan fokus utama yang patut kita antisipasi bersama, apalagi di tengah ancaman musim kemarau panjang imbas El Nino saat ini," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Yulianis, pada Minggu 23 Agustus 2026.
Di luar urusan bumbu dapur, instansi tersebut juga menyoroti melambungnya harga komoditas daging ayam ras yang kini bertengger di angka Rp37.000 per kilogram. Nominal tersebut menunjukkan adanya pembengkakan tajam sebesar Rp10.000 dari tarif normal sebelumnya yakni Rp27.000, di mana lonjakan ini disinyalir kuat sebagai buntut dari naiknya biaya operasional transportasi.
Meskipun fenomena melambungnya harga unggas ini terjadi secara merata di hampir seluruh pelosok Nusantara, pihak Disperindag Pekanbaru enggan tinggal diam. Mereka berkomitmen untuk terus turun ke lapangan guna mengawasi pergerakan grafik harga sembako, sekaligus memantau ketat pergerakan stok dari para distributor utama.
Sebagai langkah penanggulangan lebih lanjut, Yulianis turut mendesak jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan untuk segera mengambil langkah konkret. Kolaborasi strategis antara BUMD dan para peternak atau pemasok besar daging ayam dinilai sangat krusial sebagai bentuk intervensi pasar demi menekan gejolak harga agar kembali stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....