DPRD Pekanbaru Ingin Penyelesaian Revitalisasi Pasar Bawah Segera Tuntas

  • 08 Sep 2026 10:07 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru yang hingga kini belum selesai kembali menjadi perhatian. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) kepada PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) selaku mitra pengelola proyek karena pembangunan yang seharusnya rampung pada 2025 masih belum tuntas.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil manajemen PT AAS dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin, untuk meminta penjelasan terkait perkembangan proyek dan langkah penyelesaiannya.

Direktur PT AAS, Veladio Pranajaya, mengatakan pihaknya telah kembali melanjutkan pembangunan sejak beberapa minggu terakhir. Menurutnya, salah satu kewajiban dalam SP3 adalah meneruskan pekerjaan fisik pasar dan hal tersebut sudah dijalankan.

"Dalam surat peringatan ketiga itu sudah ada kewajiban yang harus segera kami laksanakan, salah satunya melanjutkan pembangunan, dan saat ini pekerjaan sudah memasuki minggu ketiga," ujarnya pada Senin 7 September 2026.

Selain melanjutkan pembangunan, PT AAS juga menyatakan siap memenuhi kewajiban pembayaran kontribusi kepada Pemko Pekanbaru. Veladio menargetkan dalam waktu sekitar tiga bulan gedung Pasar Bawah sudah bisa difungsikan sehingga para pedagang dapat kembali menempati lokasi baru.

"Kami juga akan segera menyelesaikan kewajiban pembayaran kontribusi dan menargetkan bangunan bisa digunakan dalam waktu tiga bulan," katanya.

Ia menjelaskan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Sebagian besar pekerjaan fisik dan interior hampir selesai, namun masih ada beberapa fasilitas yang perlu disempurnakan, termasuk pemasangan dan pengoperasian pendingin ruangan (AC). "Secara fisik pembangunan sudah sekitar 80 persen, tetapi masih ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi agar bangunan dapat berfungsi maksimal," jelas Veladio.

Meski optimistis dapat menyelesaikan proyek sesuai tenggat waktu, PT AAS mengakui sempat menghadapi sejumlah kendala. Faktor utama yang memperlambat pekerjaan adalah masalah pendanaan perusahaan. Selain itu, adanya perubahan desain yang harus disesuaikan dengan kondisi bangunan di lapangan juga membuat proses pembangunan berjalan lebih lambat dari rencana awal.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin, menilai masih ada persoalan yang perlu diselaraskan antara pemerintah, pengelola proyek dan pihak terkait lainnya, terutama mengenai perizinan dan kewajiban masing-masing pihak.

"Kami ingin semua pihak memiliki pemahaman yang sama agar proyek ini segera selesai. DPRD akan kembali menggelar pertemuan lanjutan supaya seluruh kendala bisa dibahas dan ditemukan solusi bersama," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....