Poltekkes Kemenkes Riau, SKK Migas Sumbagut & Texcal Mahato Atasi Stunting di Kampar

  • 19 Agt 2026 19:27 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar - Sebagai wujud nyata implementasi Transformasi Sistem Kesehatan dan percepatan penanganan stunting di daerah, Poltekkes Kemenkes Riau melaksanakan program penelitian dan edukasi gizi di Raudhatul Athfal (RA) Lilmuttaqin, Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Rabu 19 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari "Penelitian Deteksi dan Pencegahan Stunting: Efikasi Rapid Diagnostic Tests untuk Monitoring Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Linier Anak Balita". Program ini dijalankan dengan pemberian makanan tambahan selama satu bulan penuh melalui kolaborasi sinergis antara Poltekkes Kemenkes Riau dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Sebagai bentuk kepedulian dari sektor industri, penelitian dan kegiatan intervensi gizi ini didukung langsung oleh SKK Migas Sumbagut dan KKKS Texcal Energy Mahato Inc.

Guru Besar Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati menjelaskan program intervensi ini mendapatkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang terus bertambah hingga mencapai 33 anak balita.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti memberikan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi kepada balita, serta melakukan pendampingan intensif kepada orang tua.

"Kepada anak balita, kami memberikan makanan tambahan berupa paket snack bernutrisi dan paket susu. Selain itu, kami juga melakukan wawancara mendalam terkait pola makan balita dan memberikan konseling gizi secara langsung," ungkap Prof. Aslis.

Untuk memastikan program berjalan efektif, tim peneliti juga memanfaatkan teknologi digital dengan membentuk Grup WhatsApp (WA) sebagai wadah evaluasi harian. Melalui grup ini, tim memantau asupan makanan yang telah diberikan selama masa intervensi.

Prof. Aslis menambahkan bahwa pengukuran antropometri dilakukan secara berkala untuk melihat efikasi atau manfaat dari intervensi yang berlangsung selama satu bulan tersebut.

"Pengukuran dilakukan secara bertahap: sebelum makanan diberikan, selama sebulan masa pemberian makanan, dan pengukuran di akhir program. Hasil dan output dari kegiatan ini nantinya akan disusun menjadi laporan resmi untuk Kementerian Kesehatan, serta dipublikasikan agar ilmu pengetahuannya bisa dibagikan, yang mudah-mudahan bisa tembus ke jurnal internasional," paparnya.

Kehadiran program pendampingan gizi ini disambut dengan penuh syukur oleh para wali murid. Dian Setia Rini, salah satu perwakilan wali murid di RA Lilmuttaqin, menyampaikan apresiasinya atas ilmu yang dibagikan oleh tim peneliti dan dukungan berbagai pihak.

"Kami sangat berterima kasih kepada tim peneliti yang telah memilih sekolah kami sebagai lokasi penelitian. Materi dan buku panduan yang diberikan sangat bermanfaat. Isinya sangat padat dan bisa langsung kami praktikkan untuk menyusun menu harian serta camilan (snack) sehat bagi anak-anak kami," tutur Dian.

Ia juga merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan berkelanjutan melalui grup komunikasi, yang memungkinkan para ibu untuk saling berbagi dan bertanya mengenai gizi anak.

"Terima kasih sudah mau berbagi ilmu dan direpotkan oleh anak-anak kami selama kegiatan berlangsung. Kami sangat berharap hasil penelitian ini nantinya tidak hanya bermanfaat untuk kami di Desa Air Terbit, tetapi juga berdampak luas dalam mendukung penurunan angka stunting di seluruh Indonesia," tutup Dian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....