Plt Gubernur Riau: Pacu Jalur Harus Jaga Budaya dan Sungai Kuantan
- 19 Agt 2026 12:13 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Taluk Kuantan — Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan popularitas Pacu Jalur yang semakin mendunia harus diiringi dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan SF Hariyanto saat membuka Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut SF Hariyanto, Pacu Jalur kini tidak lagi hanya dikenal di Kuantan Singingi. Tradisi budaya tersebut telah semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.
“Popularitas bukanlah garis akhir. Justru setelah semakin dikenal dan luas, penyelenggaraan harus semakin baik. Budayanya harus tetap terjaga, lingkungannya harus kita rawat, dan manfaat ekonomi harus semakin dirasakan oleh masyarakat,” kata SF Hariyanto.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan panitia yang menghadirkan unsur edukasi lingkungan dalam rangkaian Festival Pacu Jalur tahun ini.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat, wisatawan, maupun penonton yang menyaksikan melalui siaran langsung tidak hanya menikmati perlombaan, tetapi juga memahami sejarah, filosofi, adat istiadat dan nilai kebersamaan yang terkandung dalam Pacu Jalur.
SF Hariyanto mengatakan tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri” harus diwujudkan secara nyata. Keberhasilan Pacu Jalur, kata dia, tidak semata-mata dilihat dari jumlah penonton yang memadati Tepian Narosa.
“Kita ingin UMKM ramai, kuliner bergerak, penginapan terisi, produk masyarakat terjual, dan wisatawan ingin kembali lagi,” ujarnya.
SF Hariyanto juga menyoroti pentingnya akses dan konektivitas menuju Kuantan Singingi untuk mendukung perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
Ia menyebut tahun ini Kuantan Singingi mendapatkan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk perbaikan jalan nasional menuju daerah tersebut.
Tidak berhenti di sana, Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Sumatera Barat juga mengusulkan pembangunan jalan yang dapat menghubungkan Kuantan Singingi dengan jaringan Jalan Tol Sumatera.
“Kita terus berjuang agar Kuantan Singingi semakin mudah diakses, baik dari Riau maupun dari Sumatera Barat,” kata SF Hariyanto.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian.
“Kalau konektivitas semakin baik, para wisatawan bergerak, distribusi semakin lancar, investasi terbuka, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tuturnya.
Di tengah semakin besarnya popularitas Pacu Jalur, SF Hariyanto mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan Sungai Kuantan sebagai bagian penting dari tradisi tersebut.
“Kita tidak mungkin berbicara tentang masa depan Pacu Jalur tanpa menjaga masa depan Sungai Kuantan. Sungai ini adalah gelanggang Pacu Jalur dan bagian dari kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengapresiasi jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang terus melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin serta menjaga Sungai Kuantan.
Namun, menurutnya, upaya menjaga kelestarian sungai tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat dan pemerintah.
“Menjaga sungai bukan hanya tugas kepolisian dan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
SF Hariyanto tidak ingin kemeriahan Pacu Jalur justru berbanding terbalik dengan kondisi lingkungan tempat tradisi tersebut dilaksanakan.
“Jangan sampai Pacu Jalurnya kita banggakan, tetapi sungai tempat tradisi ini lahir justru kita biarkan rusak,” katanya.
Ia berharap Pacu Jalur terus berkembang dan naik kelas tanpa kehilangan jati diri.
“Jaga budayanya, jaga sungainya, dan besarkan manfaatnya bagi masyarakat,” pesan SF Hariyanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....