DPRD Pekanbaru Minta Perbaikan Jalan Utamakan Kualitas
- 10 Agt 2026 11:20 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Program perbaikan jalan rusak yang terus dijalankan Pemerintah Kota Pekanbaru mendapat dukungan dari DPRD. Namun, pemerintah kota diingatkan agar tidak hanya mengejar banyaknya ruas maupun panjang jalan yang berhasil ditangani.
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru benar-benar menjaga mutu setiap pekerjaan perbaikan jalan.
Menurutnya, kualitas konstruksi harus menjadi perhatian utama agar jalan yang sudah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
"Ini semata-mata kami ingatkan, agar jalan yang diperbaiki bertahan lama. Tidak satu dua bulan setelah pekerjaan, berlubang atau rusak lainnya," ujar Roni Amriel Minggu 9 Agustus 2026.
Politisi senior Partai Golkar tersebut menilai seluruh tahapan pekerjaan harus dilakukan sesuai spesifikasi. Pengawasan juga harus berjalan sejak tahap perencanaan, pemilihan material, pelaksanaan pekerjaan hingga pemeriksaan hasil pekerjaan di lapangan.
Menurut Roni, pemerintah tidak boleh menjadikan jumlah ruas jalan yang selesai dikerjakan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan.
“Itu tadi, jangan hanya mengejar kuantitas atau berapa banyak jalan yang diperbaiki. Masyarakat tentu berharap jalan yang sudah diperbaiki, selain banyak jumlahnya, kualitasnya juga bagus," ujarnya.
Ia menilai masyarakat membutuhkan jalan yang tidak hanya mulus setelah pengerjaan selesai, tetapi juga mempunyai daya tahan yang baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
Perbaikan kondisi jalan dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi barang dan jasa, sekaligus meningkatkan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.
DPRD Pekanbaru juga meminta Pemko melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap ruas-ruas yang mengalami kerusakan. Pemetaan tersebut diperlukan agar penanganan jalan dapat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.
Roni mengingatkan agar anggaran pembangunan tidak terbuang akibat pekerjaan yang dilakukan tanpa memperhatikan kualitas. Menurutnya, pekerjaan yang cepat rusak justru berpotensi menimbulkan pemborosan karena pemerintah harus kembali mengalokasikan biaya perbaikan.
Karena itu, keberhasilan program penanganan jalan tidak cukup diukur dari banyaknya ruas atau panjang jalan yang selesai dikerjakan. Daya tahan infrastruktur dan manfaat yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi tolok ukur.
Sementara itu, hingga awal Agustus 2026, Dinas PUPR Pekanbaru telah menangani sekitar 23,6 kilometer jalan rusak dengan metode overlay.
Capaian tersebut setara sekitar 57 persen dari target perbaikan jalan sepanjang 42 kilometer yang direncanakan sepanjang 2026.
Dengan realisasi tersebut, masih terdapat sekitar 18,4 kilometer jalan yang harus ditangani untuk memenuhi target hingga akhir tahun.
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah, memastikan program perbaikan jalan masih terus berjalan dan tidak berhenti pada ruas yang telah selesai ditangani.
"Pastinya pekerjaan perbaikan belum berhenti pada ruas yang telah selesai," kata Edward Riansyah.
Sejumlah lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan dan akan ditangani secara bertahap. Hingga kini, sedikitnya 16 ruas jalan telah mendapatkan penanganan.
Jumlah ruas tersebut masih berpotensi bertambah seiring berjalannya program perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru.
Dengan waktu sekitar lima bulan menuju akhir 2026, Pemko Pekanbaru masih harus menyelesaikan sisa target pekerjaan sekaligus memastikan setiap ruas yang telah diperbaiki mempunyai kualitas dan daya tahan sesuai standar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....