BBKSDA Riau Berduka, Gajah Jovi Mati di PLG Minas

  • 04 Agt 2026 11:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Riau, bernama Jovi, ditemukan mati pada Senin 3 Agustus 2026 sekitar pukul 20.47 WIB. Gajah jantan itu mati setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari.

Gajah diduga mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan atas yang berkembang menjadi myopati berat atau gangguan pada jaringan otot.

Gejala awal mulai terlihat pada 1 Juli 2026 ketika Jovi mengalami kelemahan umum, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai dan ekor, serta kesulitan berdiri. Sejak saat itu, tim dokter hewan Balai Besar KSDA Riau melakukan penanganan intensif sesuai standar operasional pelayanan kesehatan satwa.

Selama masa perawatan, Jovi mendapatkan terapi cairan infus selama 24 jam, vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan klinis dan pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, menjelaskan kondisi Jovi sempat menunjukkan perkembangan. Kekakuan pada anggota tubuh berangsur berkurang, nafsu makan mulai membaik, bahkan pada hari keenam perawatan Jovi sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah. Hasil pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan penurunan tingkat infeksi.

Namun, kondisi otot Jovi terus mengalami penurunan hingga berkembang menjadi myopati berat yang menyebabkan satwa tersebut kembali tidak mampu berdiri. Tim medis terus memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan melalui pakan khusus serta terapi infus intensif.

Dalam penanganan kasus ini, BBKSDA Riau berkoordinasi dengan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan serta dokter hewan dari berbagai unit di lingkungan kementerian untuk memperoleh pertimbangan medis terbaik.

Memasuki Minggu 2 Agustus 2026 kondisi Jovi memburuk karena tidak lagi mau makan maupun minum. Pada Senin sore, suhu tubuhnya meningkat hingga sekitar 40 derajat Celsius.

Berbagai upaya penyelamatan terus dilakukan, mulai dari terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, hingga tindakan suportif lainnya. Namun pada pukul 20.43 WIB Jovi mengalami tremor hebat dan empat menit kemudian dinyatakan mati.

Usai dinyatakan mati, tim medis segera melakukan nekropsi serta mengambil sampel organ dan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah. Setelah seluruh proses selesai, bangkai Jovi dimakamkan sesuai prosedur.

Jovi merupakan gajah jinak jantan yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, Jovi menjadi salah satu gajah andalan dalam berbagai operasi mitigasi konflik manusia dengan gajah liar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menyampaikan duka mendalam atas kepergian Jovi yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung upaya konservasi gajah Sumatera di Riau.

"Kami kehilangan salah satu gajah binaan terbaik yang telah mengabdi selama puluhan tahun dalam berbagai operasi mitigasi konflik manusia dan gajah liar. Seluruh tim telah berupaya maksimal memberikan penanganan medis terbaik selama 34 hari dengan melibatkan berbagai pihak dan tenaga ahli.

Supartono menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, serta petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu.

“Kepergian Jovi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya pelestarian gajah Sumatra membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, baik dalam menjaga habitat, mengurangi konflik manusia dan satwa liar, maupun memperkuat program konservasi secara berkelanjutan," kata Supartono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....