Karhutla Kerumutan Meluas, Alat Berat Dikerahkan
- 24 Agt 2026 10:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, terus diperkuat. Selain menambah personel gabungan, Pemerintah Provinsi Riau mengerahkan alat berat untuk membatasi pergerakan api di kawasan yang terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, Edy Afrizal, mengatakan alat berat digunakan untuk membuat parit gajah di sekitar areal karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memutus jalur penyebaran api sekaligus membantu menyediakan sumber air di lokasi.
"Untuk memblokir api," kata Edy, Ahad 23 Agustus 2026.
Saat ini, enam unit alat berat telah berada di lokasi. Pemerintah juga merencanakan penambahan 15 unit alat berat untuk mempercepat pembuatan parit gajah di kawasan terdampak.
"Tujuannya untuk mempercepat pembuatan parit gajah di sekitar kawasan yang terbakar," ujarnya.
Menurut Edy, pembuatan parit gajah menjadi penting karena salah satu kendala utama pemadaman adalah keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut diperparah oleh musim kemarau yang membuat lahan gambut menjadi kering. Api bahkan dapat menjalar hingga ke bawah permukaan sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan secara menyeluruh.
"Inilah salah satu fungsi alat berat membuat parit gajah itu untuk memblokir api," ungkapnya.
Di sisi lain, personel gabungan juga terus diperkuat. Tim yang diturunkan terdiri dari BPBD dan Damkar Riau, Manggala Agni, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Tambahan personel tersebut bergabung dengan tim yang sebelumnya telah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat.
Edy mengatakan kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Angin kencang membuat api cepat menyebar, sementara vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan yang cukup rapat turut menyulitkan proses pemadaman. Akses menuju titik kebakaran juga terbatas karena kendaraan tidak dapat mencapai lokasi secara langsung.
"Kesulitan kita memadamkan api karena anginnya kencang. Kemudian di lokasi banyak semak belukar dan pepohonan, sumber air juga sulit. Akses menuju lokasi cukup jauh, sekitar 500 meter dari akses yang bisa dilalui kendaraan," kata Edy.
Penanganan dari udara juga dilakukan dengan mengerahkan empat helikopter water bombing. Operasi tersebut difokuskan untuk menekan dan memblokir bagian kepala api agar kobaran tidak semakin meluas.
Namun, operasi water bombing belum sepenuhnya mampu memadamkan api di seluruh kawasan. Kondisi gambut yang kering membuat bara api masih dapat bertahan di bawah permukaan meski dari udara titik api terlihat telah padam.
"Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan," ungkapnya.
Dengan tambahan alat berat, personel gabungan dan dukungan operasi udara, tim penanganan karhutla terus berupaya mengendalikan kebakaran di Kerumutan. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....