Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Menjadi 12 Orang
- 03 Agt 2026 20:01 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Tembilahan - Teror monyet liar di Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), belum juga berakhir. Hingga Senin 3 Agustus 2026, jumlah warga yang menjadi korban gigitan monyet liar bertambah menjadi 12 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan suntikan vaksin antirabies.
Bertambahnya jumlah korban membuat keresahan masyarakat semakin meningkat. Dalam sepekan terakhir, monyet liar tersebut terus berpindah-pindah lokasi dan menyerang warga di sejumlah titik permukiman di Kelurahan Tembilahan Hilir.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Tembilahan telah mengirimkan surat resmi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk meminta bantuan penanganan dan evakuasi monyet liar. Surat bernomor 88/KEC-TBH/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026 itu bersifat sangat penting dan berisi permohonan agar BBKSDA segera menurunkan tim teknis melakukan identifikasi, penangkapan, serta evakuasi satwa liar yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
| Baca juga: BPBD Evakuasi Korban Angin Kencang Inhil |
Camat Tembilahan, Ari Syuria mengatakan pihaknya bersama Forkopimcam dan instansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, karena penanganan satwa liar merupakan kewenangan BBKSDA, pemerintah kecamatan berharap bantuan segera diberikan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban.
"Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Namun karena ini merupakan satwa liar yang menjadi kewenangan BBKSDA, kami telah menyampaikan surat resmi agar tim teknis segera turun ke lapangan melakukan identifikasi, penangkapan, dan evakuasi sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban," ujar Ari.
Menurut Ari, tim gabungan yang terdiri dari Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD, TNI, Polri, Dinas Pertanian, perangkat kelurahan, hingga Masyarakat Pecinta Senjata Angin masih terus melakukan patroli dan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet. Petugas juga telah memasang kandang jebak berumpan, namun hingga kini monyet tersebut belum berhasil diamankan karena terus berpindah tempat.
Sementara itu, petugas Damkar Tembilahan, Salim, mengungkapkan berbagai metode telah diterapkan untuk menangkap monyet liar, mulai dari memasang jebakan menggunakan jaring, menyebarkan obat penenang, hingga menurunkan anjing pemburu. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena satwa tersebut memiliki pergerakan yang sangat lincah.
"Kami sudah memasang jebakan dengan jaring, menyebarkan obat penenang, hingga menurunkan anjing pemburu. Namun monyet yang diduga menjadi pelaku utama masih belum berhasil ditangkap karena gerakannya sangat lincah. Selain itu, banyaknya masyarakat yang menonton saat petugas melakukan penembakan menggunakan senapan angin membuat monyet lebih mudah melarikan diri," ungkap Salim.
Pemerintah Kecamatan Tembilahan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta tidak mencoba menangkap monyet liar secara mandiri dan segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa tersebut agar proses penanganan dapat dilakukan dengan aman dan tidak menimbulkan korban baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....