Pemprov Riau Matangkan Dokumen Green for Riau

  • 30 Jul 2026 19:38 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar konsultasi publik dokumen strategis inisiatif Green for Riau di Pekanbaru, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan dokumen strategis arsitektur REDD+ sebagai upaya memperkuat kesiapan Riau menuju perdagangan karbon internasional. Konsultasi publik tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap dokumen yang tengah disusun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Purnama Irwansyah, mengatakan penyusunan dokumen strategis Green for Riau masih berlangsung secara bertahap. Menurutnya, dokumen yang telah siap langsung dikonsultasikan kepada publik sambil menunggu penyelesaian dokumen lainnya.

"Konsultasi publik ini merupakan bagian dari penyusunan dokumen strategis arsitektur REDD+. Saat ini dokumen masih dalam tahap penyusunan dan kami targetkan seluruhnya dapat didaftarkan ke tingkat internasional pada Desember 2026," ujar Purnama.

Ia menjelaskan, konsultasi publik bertujuan menghimpun masukan dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar dokumen yang disusun semakin komprehensif. Selain itu, masukan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Riau dalam pengembangan perdagangan karbon sehingga dapat meningkatkan nilai karbon daerah di pasar internasional.

Sementara itu, Country Coordinator UNEP UN-REDD Indonesia, Bambang Arifatmi, mengatakan konsultasi publik menjadi tahapan penting dalam penyusunan dokumen Green for Riau. Menurutnya, setiap dokumen disusun melalui kajian, diskusi kelompok terarah (FGD), hingga konsultasi publik sebelum dilakukan penelaahan oleh tim internal maupun eksternal.

"Seluruh dokumen akan melalui proses review oleh para ahli independen dan tim internasional untuk memastikan isinya sesuai dengan regulasi di Indonesia serta memenuhi standar internasional. Dengan begitu, dokumen Green for Riau memiliki kualitas yang dapat diterima dalam skema perdagangan karbon global," kata Bambang.

Melalui konsultasi publik ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap dokumen strategis Green for Riau dapat diselesaikan sesuai target, sekaligus menjadi landasan dalam memperoleh pendanaan karbon internasional untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....