Kampar Perkuat Produksi Pangan lewat Gerakan Tanam Padi Modern

  • 29 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar - Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pencanangan Gerakan Tanam Padi Sawah di Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, dengan mengedepankan penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas petani.

Gerakan Tanam Padi Sawah tersebut dicanangkan langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar di lahan Gapoktan Karya Indah, Rabu 29 Juli 2026. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan dukungan kepada petani melalui penyaluran benih unggul dan bantuan alat mesin pertanian. Untuk Kecamatan Kuok, pemerintah telah menyalurkan 3.555 kilogram benih padi yang diperuntukkan bagi lahan seluas 237 hektare. Sementara Desa Empat Balai memperoleh 1.095 kilogram benih untuk areal persawahan seluas 73 hektare.

Selain benih, pemerintah juga menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian yang bersumber dari APBN, di antaranya combine harvester, power thresher, traktor roda empat, serta traktor roda dua. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses budidaya sekaligus meningkatkan efisiensi produksi di tingkat petani.

"Gerakan Tanam Padi Sawah ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Kabupaten Kampar mampu meningkatkan produksi padi dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Riau," ujar Nur Ilahi Ali, Rabu 29 Juli 2026.

Perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Dedi Yasmono, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kampar yang mulai menerapkan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) dalam budidaya padi. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendorong peningkatan hasil panen.

"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah melaksanakan sosialisasi dan penerapan metode PM-AAS kepada para petani. Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas sehingga mampu meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Provinsi Riau," katanya.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Gerakan Tanam Padi Sawah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan mandiri. Ia menyebut Pemkab Kampar telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 35.250 kilogram kepada petani sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi pangan.

"Komitmen itu terus kami wujudkan melalui berbagai program nyata. Salah satunya penyaluran bantuan benih padi sebanyak 35.250 kilogram kepada petani. Kami ingin meringankan beban petani, meningkatkan produktivitas panen, sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka," ujar Ahmad Yuzar.

Ia juga mengajak para petani memanfaatkan bantuan yang telah diberikan serta mulai menerapkan metode PM-AAS dalam kegiatan budidaya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian modern perlu terus dikembangkan agar produktivitas meningkat dan target swasembada pangan dapat tercapai. Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman padi secara simbolis oleh Bupati Kampar bersama para tamu undangan sebagai tanda dimulainya Gerakan Tanam Padi Sawah di Kecamatan Kuok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....