Politeknik Kampar Kenalkan Pakan Berbasis PKC

  • 07 Sep 2026 22:41 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar Tim dosen Program Studi D3 Teknik Pengolahan Sawit (TPS) Politeknik Kampar memberikan penyuluhan pemanfaatan bungkil inti sawit atau palm kernel cake (PKC) sebagai bahan baku alternatif pakan ikan kepada kelompok pembesaran ikan di Desa Rantau Merangin, Kabupaten Kampar.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai Fatmayati tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat produktif. Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Pembesaran Ikan Mekar Terbilang yang diketuai Ujang Zulherman dan beranggotakan 10 orang.

Kelompok tersebut mengelola pembesaran ikan patin, nila dan baung pada tujuh unit kolam. Dalam satu siklus produksi, kelompok mampu menghasilkan sekitar 2.000 hingga 5.000 kilogram ikan konsumsi. Meski telah mampu memproduksi pakan secara mandiri menggunakan mesin pencampur dan pencetak pelet, bahan baku yang digunakan masih didominasi bahan komersial dengan kebutuhan mencapai sekitar 3.000 hingga 8.000 kilogram per siklus.

“Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan bungkil inti sawit sebagai salah satu alternatif bahan baku pakan, bukan sebagai pengganti seluruh bahan pakan. Pemanfaatannya diharapkan dapat membantu mitra mengenal potensi bahan baku lokal untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan,” jelas tim PkM Politeknik Kampar, Senin 7 September 2026.

Materi penyuluhan meliputi karakteristik dan kandungan nutrisi bungkil inti sawit, potensi pemanfaatannya, prinsip dasar formulasi pakan, hingga peluang penggunaan bahan baku lokal. Tim juga melakukan observasi langsung terhadap kolam budidaya, area produksi pakan, mesin pencetak pelet dan berbagai fasilitas yang dimiliki mitra. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai pengolahan, penyimpanan, kualitas PKC serta peluang penerapannya pada ikan yang dibudidayakan.

Pemanfaatan bungkil inti sawit diharapkan dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular dengan meningkatkan nilai guna hasil samping industri kelapa sawit yang tersedia di Riau.

“Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan teknis, demonstrasi formulasi pakan dan uji penerapan bungkil inti sawit pada skala usaha mitra, sehingga manfaat transfer ilmu dan teknologi dapat semakin nyata bagi efisiensi usaha budidaya ikan dan pemanfaatan hasil samping kelapa sawit secara berkelanjutan,” ungkap tim PKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....