Komerta Pekanbaru Buktikan Koperasi Mampu Tumbuh dari Modal Rp94 Ribu

  • 16 Jul 2026 10:48 WIB
  •  Pekanbaru
Poin Utama
  • Komerta Pekanbaru Buktikan Koperasi Mampu Tumbuh dari Modal Rp94 Ribu
  • Ketua Koperasi Komerta, Elwi, mengatakan koperasi tersebut didirikan bersama 18 anggota yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK di Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya
  • Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru, Idrus, menyebut Komerta menjadi salah satu koperasi percontohan di Provinsi Riau

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Koperasi Konsumen Rejosari Tenayan Raya (Komerta) di Kota Pekanbaru membuktikan bahwa koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola secara konsisten dan berlandaskan semangat kebersamaan. Berawal dari modal hanya Rp94.500 pada tahun 1988, kini Komerta telah memiliki aset lebih dari Rp11 miliar.

Ketua Koperasi Komerta, Elwi, mengatakan koperasi tersebut didirikan bersama 18 anggota yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK di Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya. Saat itu, kondisi ekonomi masyarakat cukup sulit sehingga diperlukan wadah untuk membantu permodalan usaha kecil.

"Kami melihat ekonomi masyarakat saat itu sangat sulit. Dari situlah muncul gagasan mengajak ibu-ibu PKK mendirikan koperasi agar mereka bisa membuka usaha, mulai dari berjualan kue, sayur, hingga usaha kecil lainnya untuk menambah pendapatan keluarga," ujar Elwi, pada dialog interaktif Riau Menyapa, Kamis 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, modal awal koperasi berasal dari simpanan pokok sebesar Rp5.000 dan simpanan wajib Rp250 dari setiap anggota. Dana yang terkumpul kemudian dipinjamkan kepada anggota sebagai modal usaha.

Menurut Elwi, keberhasilan Komerta tidak hanya ditentukan oleh layanan simpan pinjam, tetapi juga pembinaan rutin kepada anggota mengenai prinsip-prinsip koperasi, semangat gotong royong, dan pengelolaan usaha.

"Setiap bulan kami melakukan pembinaan tentang makna berkoperasi, manfaat koperasi, hingga menumbuhkan rasa setia kawan antaranggota. Dari situlah kepercayaan anggota terus tumbuh dan koperasi berkembang," katanya.

Komerta resmi berbadan hukum pada 30 Maret 1999 atau sekitar 11 tahun setelah berdiri. Kini koperasi tersebut memiliki sekitar 295 anggota dengan plafon pinjaman yang mencapai Rp600 juta bagi anggota yang memenuhi persyaratan.

Elwi mengungkapkan, salah satu kebijakan yang menjadi kekuatan Komerta adalah mengalokasikan sebagian besar Sisa Hasil Usaha (SHU) menjadi simpanan khusus anggota, bukan langsung dibagikan untuk dibawa pulang.

"Sekitar 80 persen SHU kami jadikan simpanan khusus anggota. Dana itu baru bisa diambil ketika anggota keluar dari koperasi. Kebijakan ini membuat modal koperasi terus bertambah setiap tahun," jelasnya.

Selain itu, Komerta juga pernah memanfaatkan pembiayaan pemerintah melalui APBN sebagai tambahan modal usaha. Seluruh pinjaman tersebut telah berhasil dilunasi, sehingga sejak 2025 koperasi ini dinyatakan mandiri tanpa memiliki utang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru, Idrus, menyebut Komerta menjadi salah satu koperasi percontohan di Provinsi Riau berkat keberhasilannya membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

"Perkembangan koperasi di Kota Pekanbaru cukup luar biasa. Komerta menjadi salah satu koperasi percontohan di Provinsi Riau, bahkan ada koperasi lain di Pekanbaru yang usahanya sudah berkembang hingga level nasional," ujar Idrus.

Selain mendorong koperasi konvensional, Pemerintah Kota Pekanbaru juga tengah mempercepat pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional.

Menurut Idrus, saat ini delapan gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih telah rampung dibangun dan mulai dilengkapi fasilitas pendukung, seperti rak penyimpanan hingga kendaraan roda tiga untuk operasional.

"Koperasi Kelurahan Merah Putih nantinya berfungsi sebagai distributor bagi pelaku UMKM di tingkat kelurahan. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau sehingga harga jual kepada masyarakat juga dapat ditekan," katanya.

Pemerintah berharap keberhasilan Komerta dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain untuk terus berkembang sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mandiri, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....