Satgas Karhutla Berhasil Padamkan Tiga Titik Kebakaran

  • 09 Jun 2026 16:23 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di tiga lokasi berbeda di Provinsi Riau sepanjang Juni 2026. Meski api telah berhasil dikendalikan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat sebagian besar wilayah Riau kini mulai memasuki musim kemarau.

Tiga lokasi yang mengalami kebakaran tersebut berada di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis. Di Rokan Hilir, kebakaran terjadi di Kepenghuluan Rantau Bais dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 70 hektare, serta di Kepenghuluan Sungai Besar. Sementara di Kabupaten Bengkalis, kebakaran melanda Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 100 hektare.

Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Chandra Irfansyah, mengatakan seluruh titik kebakaran saat ini telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama tim gabungan yang terdiri dari Satgas Karhutla, Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya.

Menurut Chandra, dari ketiga lokasi kebakaran tersebut, wilayah yang paling sulit ditangani berada di Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

"Lokasi yang cukup sulit dilakukan pemadaman berada di Kecamatan Rupat, tepatnya Desa Tanjung Kapal. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah sumber air yang sulit dijangkau sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan upaya lebih besar," ujarnya Selasa 9 Juni 2026.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas tetap berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke kawasan lain yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Chandra menegaskan bahwa patroli dan pemantauan di wilayah rawan karhutla terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Sementara itu, Forecaster Duty BMKG Pekanbaru, Yudistira, mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Riau saat ini memang telah memasuki periode musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan meningkat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Meskipun hujan masih berpotensi terjadi, namun intensitasnya umumnya ringan hingga sedang. Secara umum sebagian besar wilayah Riau sudah memasuki musim kemarau," katanya.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Provinsi Riau akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan diperkirakan semakin berkurang sehingga risiko munculnya kebakaran hutan dan lahan akan meningkat.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Dengan keberhasilan pemadaman di tiga lokasi tersebut, Satgas Karhutla berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berperan aktif dalam upaya pencegahan sehingga kejadian serupa tidak kembali meluas selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....