Hutama Karya Perkuat Langkah Pencegahan Kecelakaan di Tol Permai

  • 09 Jun 2026 09:04 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Dua kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dalam dua hari terakhir menewaskan delapan orang. Peristiwa yang terjadi di wilayah Kabupaten Siak tersebut menjadi perhatian serius pengelola jalan tol, PT Hutama Karya (Persero), yang berjanji memperkuat berbagai upaya pencegahan guna menekan angka kecelakaan.

Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya (Persero), Untung Joko R, membenarkan bahwa dalam dua hari terakhir terjadi dua insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan delapan korban jiwa.

"Betul, berdasarkan data yang kami catat, dalam dua hari terakhir terjadi dua insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) yang menyebabkan delapan korban meninggal dunia. Hutama Karya turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini," kata Untung Joko R, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya, perusahaan sangat prihatin atas kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai perhatian serius untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi, Hutama Karya terus meningkatkan patroli dan pengawasan lalu lintas di sepanjang ruas tol. Selain itu, berbagai rambu keselamatan dan imbauan kepada pengguna jalan juga terus diperbanyak, terutama di titik-titik yang dianggap rawan.

"Kami terus mengintensifkan patroli, pengawasan lalu lintas, serta penempatan rambu imbauan keselamatan di titik-titik yang menjadi perhatian. Edukasi mengenai bahaya kelelahan dan microsleep juga terus kami lakukan melalui media sosial, siaran pers, media luar ruang, hingga pengumuman di gerbang tol dan rest area," ujarnya.

Berdasarkan data Hutama Karya, terdapat beberapa lokasi yang memerlukan perhatian khusus dari pengguna jalan karena berpotensi memicu kelelahan saat berkendara. Di antaranya Jalur A dari arah Pekanbaru mendekati KM 50 dan Jalur B dari arah Dumai mendekati KM 33.

Untuk mendukung keselamatan pengguna jalan, di sekitar lokasi tersebut tersedia fasilitas istirahat berupa Rest Area KM 45 Jalur A dan Jalur B, serta Rest Area KM 14 Jalur B.

"Kami mengimbau pengguna jalan yang mulai merasa mengantuk atau lelah agar segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.

Terkait penyebab kecelakaan, Hutama Karya menyerahkan proses investigasi kepada pihak berwenang. Namun secara umum, kecelakaan di jalan tol dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi fisik pengemudi hingga kondisi kendaraan.

"Saat ini kami tetap mengacu pada hasil investigasi dari pihak berwenang. Namun secara umum, kecelakaan di jalan tol dapat dipengaruhi oleh kondisi pengemudi yang kurang fit, kelelahan, microsleep, kurang menjaga jarak aman, maupun kondisi kendaraan," jelasnya.

Karena itu, seluruh pengguna jalan diimbau untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum berkendara, mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Hutama Karya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian, petugas patroli jalan raya, dan berbagai pihak terkait untuk memperkuat pengawasan di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai.

"Kami berharap seluruh pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Berkendara di jalan tol membutuhkan konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas," tutur Untung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....