Pemko Pekanbaru Survei Instalasi Listrik Rumah Warga Berpenghasilan Rendah
- 03 Jun 2026 14:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Barat dan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Pekanbaru melakukan survei bantuan peremajaan instalasi listrik bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Kopi, salah satu kawasan padat penduduk di Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari upaya mencegah risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan survei dilakukan untuk memeriksa kondisi instalasi listrik rumah warga secara menyeluruh. Tim gabungan melakukan pengecekan mulai dari jaringan milik PLN hingga instalasi di dalam rumah yang menjadi tanggung jawab pemilik rumah.
“Kita targetkan mudah-mudahan selesai selama satu pekan ini untuk melakukan inspeksi. Nanti kita mengetahui apakah instalasinya harus diganti seluruhnya, diganti sebagian atau masih dalam kondisi baik. Dari beberapa rumah yang sudah dicek, alhamdulillah instalasinya masih cukup bagus. Namun kalau ditemukan kabel yang digigit tikus, kabel lepas atau kondisi lain yang membahayakan, akan dilakukan penggantian melalui Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perkim,” ujar Zulhelmi, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, PLN juga melakukan pemeriksaan terhadap seluruh jaringan kelistrikan yang menjadi kewenangannya, mulai dari trafo, kabel sumber, hingga kWh meter pelanggan. Jika ditemukan meteran yang sudah tua, rusak atau terbakar, maka penggantiannya akan dilakukan oleh PLN.
Program tahap awal ini menargetkan 100 rumah dan diharapkan dapat selesai dalam bulan Juni. Selanjutnya program akan terus berlanjut hingga akhir tahun dengan target sekitar 2.000 rumah sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru.
Menurut Zulhelmi, program tersebut lahir dari tingginya angka kebakaran yang terjadi di Kota Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, jumlah kejadian kebakaran meningkat sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan sekitar 80 persen kasus dipicu oleh masalah kelistrikan.
“Tujuan utama program ini adalah mitigasi kebakaran. Banyak kawasan padat penduduk yang akses mobil pemadam kebakarannya terbatas. Jika terjadi kebakaran, risiko kerugiannya sangat besar. Karena itu kita ingin memastikan instalasi listrik warga aman sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Teknik PLN ULP Kota Barat, Amar Abdillah, mengatakan hasil pengecekan awal menunjukkan sebagian besar instalasi listrik rumah warga masih dalam kondisi cukup baik. Namun demikian, beberapa komponen seperti stop kontak yang sudah sering mengalami gangguan tetap akan diremajakan untuk meningkatkan keamanan.
“Untuk kondisi kabel di beberapa rumah yang sudah kami cek masih cukup baik. Namun ada beberapa item yang mungkin perlu dilakukan peremajaan. Kalau memang nantinya diperlukan penggantian kabel, kemungkinan listrik di rumah tersebut akan dipadamkan sementara selama proses pekerjaan berlangsung. Untuk satu rumah biasanya bisa diselesaikan dalam satu hari,” kata Amar.
Ketua AKLI Pekanbaru, John Bone Picing, menambahkan bahwa tim inspeksi juga menemukan beberapa penggunaan material listrik yang tidak sesuai standar nasional. Salah satu temuan yang sering dijumpai adalah penggunaan kabel berukuran kecil atau kabel yang tidak diperuntukkan bagi instalasi listrik rumah tangga, yang berpotensi memicu korsleting dan kebakaran.
“Kami menemukan masih ada warga yang menggunakan material yang tidak standar, seperti kabel yang tidak sesuai peruntukannya. Ini yang nantinya akan kami edukasi kepada masyarakat. Jika memang perlu diganti, akan kita rekomendasikan dalam program bantuan ini agar instalasi listrik warga menjadi lebih aman,” ujarnya.
Selain melakukan pengecekan teknis, tim gabungan juga akan mendata kebutuhan perbaikan di setiap rumah untuk dilaporkan kepada dinas terkait. Program yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan warga sekaligus menekan angka kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....