BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak usai Kemunculan Beruang Madu di Kerumutan

  • 31 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pelalawan – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan dari Lurah Kerumutan terkait kemunculan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BBKSDA Riau melalui Resor KSDA Kerumutan Selatan dan Resor KSDA Kerumutan Tengah langsung melakukan pengecekan serta langkah mitigasi di lokasi kemunculan satwa liar tersebut.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan bahwa tim di lapangan telah memasang kandang jebak (box trap) pada Sabtu 30 Mei 2026 sebagai salah satu upaya penanganan untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

"Tim telah memasang kandang jebak sebagai langkah mitigasi. Namun hingga saat ini beruang tersebut belum masuk ke dalam perangkap yang telah dipasang," ujar Supartono, Minggu 31 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejak malam sebelumnya tidak ada lagi laporan kemunculan beruang di sekitar permukiman warga. Hingga saat ini, masyarakat juga belum melaporkan keberadaan satwa tersebut di lokasi lain.

Meski demikian, BBKSDA Riau tetap menyiagakan tim untuk melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan mengantisipasi kemungkinan kemunculan kembali satwa tersebut.

Supartono menjelaskan, lokasi kemunculan beruang berada di area kebun kelapa sawit milik warga yang berjarak cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan.

Selain melakukan pemantauan, tim BBKSDA Riau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan masyarakat guna memperoleh informasi terkini terkait pergerakan satwa tersebut.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa liar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan beruang madu di sekitar permukiman.

"Melalui upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu, diharapkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir, sekaligus menjaga kelestarian beruang madu sebagai salah satu satwa yang dilindungi," kata Supartono.

BBKSDA Riau juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keamanan ruang hidup masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....