Jambore Ekologis dan Festival Budaya Hidupkan Lingkungan dan Warisan Melayu

  • 22 Mei 2026 11:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Semangat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan budaya Melayu digaungkan dalam kegiatan Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau, yang digelar oleh Pemuda Melayu Riau Indonesia (PMRI) pada 21–23 Mei 2026. Acara ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Ketua Umum PMRI, Khoirul Bashar, menyatakan bahwa jambore ini menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda Melayu, agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, budaya, dan masa depan daerah. Kegiatan berlangsung di Taman Rekreasi Alam Mayang, Pekanbaru, Kamis 21 Mei 2026.

Jambore tidak hanya menjadi ajang pertemuan pelajar, tetapi juga berfungsi sebagai upaya konservasi budaya Melayu dan pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Khoirul menegaskan, “Ini merupakan wujud menjaga warisan budaya sekaligus alam yang menjadi ciri khas anak-anak muda Melayu Riau.”

Acara ini juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang, termasuk isu lingkungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Untuk itu, PMRI menghadirkan diskusi dan sosialisasi bersama kepolisian, BNN, anggota DPRD, perusahaan, dan pemangku kepentingan di bidang lingkungan.

Para peserta, yang berasal dari berbagai sekolah di kabupaten dan kota, mengikuti agenda mulai dari diskusi ekologis dan energi hingga sosialisasi bahaya narkoba. Selain itu, enam perlombaan bernuansa budaya dan kepemudaan digelar, termasuk berbalas pantun, lagu Melayu, tari kreasi Melayu, PBB, dan lomba tali-temali (pioneering).

Tema utama kegiatan adalah melestarikan alam dan budaya Melayu Riau agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Eko Budhi Purwono, mengapresiasi PMRI karena berhasil menghadirkan kegiatan yang bersifat edukatif dan kolaboratif dengan berbagai unsur masyarakat.

Sementara itu, Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, berharap jambore ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni. Ia mendorong peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta melestarikan budaya Melayu Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....