Satgaswil Densus 88 Gelar Sosialisasi Pencegahan Paham IRET di Polda Riau
- 12 Mei 2026 20:53 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Satgaswil Riau bersama Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri berkolaborasi dengan Polda Riau menggelar kegiatan sosialisasi dalam rangka pembinaan penanggulangan dan pencegahan radikalisme serta intoleransi bagi Personel Negeri dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) Polda Riau Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa 12 Mei 2026 di Mapolda Riau, Pekanbaru, diikuti sekitar 250 peserta dari unsur PNPP Polda Riau dan jajaran terkait. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan ideologi serta peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Acara dibuka secara resmi oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai strategis dalam memperkuat pemahaman personel terhadap ancaman ideologi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat ketangguhan ideologi seluruh personel Polri. Pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang kuat dan tidak mudah terpengaruh,” ujar Wakapolda.
Pada sesi pemaparan materi, tim dari Densus 88 AT Polri yang terdiri dari Kombes Pol Joko Dwi Harsono selaku Kasubdit Kontra Radikal Dit Pencegahan Densus 88 AT Polri dan Kombes Pol Sunadi selaku Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri, menyampaikan penjelasan komprehensif terkait definisi, karakteristik, pola penyebaran, hingga strategi deteksi dini terhadap paham IRET.
Materi juga menyoroti perkembangan tren dan modus terbaru penyebaran paham radikal, termasuk potensi keterpaparan di kalangan generasi muda. Hal ini menjadi perhatian serius guna memperkuat langkah preventif, khususnya di lingkungan aparatur keamanan.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah testimoni dari eks narapidana terorisme (eksnapiter) Sofya Tsauri. Dalam kesaksiannya, ia menceritakan proses keterpaparan terhadap paham radikal, perjalanan deradikalisasi yang dijalani, hingga komitmennya untuk kembali mendukung dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, narasumber dari unsur Polda Riau, Kementerian Agama serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) turut memberikan materi terkait penguatan integritas, pengawasan internal, serta peran kolaboratif lintas sektor dalam mencegah penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri dan Polda Riau menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi serta jejaring kerja sama lintas sektor untuk mendukung implementasi program pencegahan paham IRET di lapangan. Kolaborasi yang solid diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi, koordinasi, serta sistem deteksi dini terhadap potensi ancaman.
Kegiatan ditutup dengan penguatan materi oleh Wakapolda Riau yang kembali menekankan pentingnya peran setiap personel sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
“Setiap personel harus menjadi agen perubahan yang menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat integritas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi. Dengan komitmen bersama, kita dapat menjaga keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan,” tegas Wakapolda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin memahami pentingnya ketahanan ideologi serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....