Satgaswil Riau Edukasi 1.400 Pelajar SMPN 8 Cegah Paham IRET dan NVE

  • 21 Agt 2026 14:43 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru, Bhabinkamtibmas Kelurahan Maharatu, Forum Anak Kota Pekanbaru, dan SMPN 8 Pekanbaru memperkuat edukasi perlindungan anak dari bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET) serta Nihilistic Violent Extremism (NVE).

Kegiatan sosialisasi dan kampanye perlindungan perempuan dan anak tersebut berlangsung di SMPN 8 Pekanbaru, Jumat 21 Agustus 2026 dan diikuti jajaran sekolah, majelis guru serta sekitar 1.400 siswa.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, toleran dan bebas dari kekerasan maupun pengaruh paham ekstrem.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3APM Kota Pekanbaru, Harry Pratama, bersama Analis Kebijakan Ahli Muda UPT PPA Kota Pekanbaru, Sari Ramadhani, memberikan pemahaman mengenai perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan serta pentingnya keberanian pelajar untuk mengenali, mencegah dan melaporkan tindakan yang membahayakan diri maupun lingkungan.

Sementara itu, Tim Cegah Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Brigpol Nella Anggraini dan Briptu Maymoni Syahputra memberikan edukasi mengenai potensi penyebaran paham IRET dan NVE di kalangan generasi muda.

Tim Cegah mengingatkan pelajar agar meningkatkan literasi digital di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.

Pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima, terutama konten yang mengandung provokasi, ujaran kebencian, glorifikasi kekerasan maupun ajakan yang dapat mengarah pada intoleransi dan ekstremisme.

“Pelajar harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung provokasi, ujaran kebencian, maupun ajakan kekerasan. Pencegahan paham IRET dan NVE merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Tim Cegah Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri.

Dalam sosialisasi tersebut juga ditekankan bahwa pencegahan paham IRET dan NVE tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Peran sekolah, keluarga, pemerintah, masyarakat dan pelajar sangat diperlukan untuk membangun ketahanan generasi muda.

Para siswa didorong menjadi generasi yang kritis dalam menerima informasi, mampu menghargai perbedaan, menolak kekerasan, menjunjung tinggi toleransi serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan sosial.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pelajar yang memiliki karakter kebangsaan, berwawasan kebhinekaan dan tangguh menghadapi berbagai bentuk propaganda serta pengaruh paham IRET dan NVE.

Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama seluruh unsur terkait berkomitmen melanjutkan upaya pencegahan melalui edukasi, kolaborasi dan pendekatan persuasif kepada generasi muda.

Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, toleran dan bebas dari pengaruh kekerasan ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....