Satgaswil Riau dan BGTK Perkuat Sinergi Cegah IRET di Pendidikan

  • 19 Agt 2026 16:06 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau memperkuat sinergi untuk mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Satgaswil Riau dan BGTK Provinsi Riau di Kantor BGTK Provinsi Riau, Jalan Sarwo Edhi Nomor 07, Kota Pekanbaru, Rabu 19 Agustus 2026.

Kegiatan dihadiri Kasatgaswil Riau Kombes Pol Sunadi bersama personel Satgaswil Riau serta Kepala BGTK Provinsi Riau Reisky Bestary beserta jajaran Tim Kerja Kemitraan BGTK Provinsi Riau.

Kasatgaswil Riau Kombes Pol Sunadi menegaskan, lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk paham IRET.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Berbagai faktor dapat memengaruhi perilaku dan cara pandang seseorang, mulai dari perundungan, kurangnya perhatian lingkungan keluarga, hingga pengaruh media sosial. Karena itu, guru dan tenaga kependidikan memiliki posisi penting dalam mengenali berbagai potensi tersebut sejak awal,” ujar Sunadi.

Dalam kerja sama tersebut, Satgaswil Riau juga memperkenalkan Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) sebagai bagian dari upaya membangun deteksi dini dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Kasatgaswil Riau Kombes Pol Sunadi (kanan) dan Kepala BGTK Provinsi Riau Reisky Bestary (kiri) seusai penandatanganan (Foto : Satgaswil Riau Densus 88)

Sunadi mengatakan, nilai-nilai Pancasila, toleransi, moderasi beragama, literasi digital, Bhinneka Tunggal Ika, serta kecintaan terhadap NKRI perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

Menurutnya, penguatan nilai tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, toleran, dan mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif.

Sementara itu, Kepala BGTK Provinsi Riau Reisky Bestary menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi tersebut. Ia menilai guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Guru dan tenaga kependidikan merupakan bagian penting dalam membangun karakter peserta didik. Melalui kerja sama ini, kami mendukung upaya peningkatan edukasi dan wawasan kebangsaan agar lingkungan pendidikan di Riau semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh negatif,” ujar Reisky.

Kerja sama Satgaswil Riau dan BGTK Provinsi Riau berlaku selama dua tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2028. Kedua pihak sepakat meningkatkan komunikasi, koordinasi, edukasi, dan kolaborasi untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, damai, toleran, serta bebas dari paham IRET dan NVE.

Sebagai tindak lanjut, Satgaswil Riau bersama BGTK Provinsi Riau merencanakan sosialisasi di sejumlah sekolah yang membutuhkan penguatan edukasi dan pencegahan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai potensi bahaya penyebaran paham IRET serta pentingnya membangun ketahanan terhadap pengaruh negatif.

Melalui kerja sama ini, Satgaswil Riau dan BGTK Provinsi Riau berharap kolaborasi lintas sektor dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun ekosistem pendidikan yang kondusif.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, toleran, memiliki wawasan kebangsaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....