Pemko Perketat Pengawasan Hewan Kurban jelang Idul Adha
- 11 Mei 2026 09:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID< Pekanbaru - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memperkuat pengawasan terhadap peredaran dan kesehatan hewan kurban. Pengawasan ini dilakukan agar sapi dan kambing yang masuk ke wilayah Pekanbaru benar-benar dalam kondisi sehat, aman, serta layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru telah menurunkan tim khusus untuk memantau lalu lintas hewan kurban. Pendataan dilakukan sejak awal agar pemerintah memiliki gambaran jelas mengenai jumlah hewan yang masuk dan tersebar di berbagai titik penjualan maupun kandang penggemukan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kota Pekanbaru, Zulpan Ependi, mengatakan pengawasan sudah mulai berjalan dengan melibatkan 30 petugas. Tim tersebut bertugas mencatat sekaligus memantau kondisi sapi dan kambing yang akan dijadikan hewan kurban.
“Saat ini pemantauan sudah dilakukan oleh tim yang berjumlah 30 orang. Setiap hewan yang masuk akan didata, sehingga jumlah sapi dan kambing yang beredar di Pekanbaru bisa diketahui dengan lebih akurat,” ujar Zulpan pada Minggu 10 Mei 2026.
Selain pengawasan lapangan, Distanak Pekanbaru juga menyiapkan sosialisasi kepada pengurus masjid yang menjadi panitia penyembelihan kurban. Edukasi ini diberikan agar pengelolaan hewan kurban, mulai dari penampungan, penyembelihan, hingga penanganan daging, dapat dilakukan secara higienis dan sesuai standar kesehatan.
Zulpan menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut rutin dilakukan setiap tahun. Untuk tahun ini, sosialisasi kepada pengurus masjid direncanakan berlangsung pada Selasa mendatang di DPP, dengan materi seputar tata cara pengelolaan hewan kurban dan pemeriksaan kesehatan hewan.
Memasuki H-10 Iduladha, pengawasan akan diperluas ke kandang penggemukan dan lapak penjualan. Petugas akan turun langsung untuk melihat kondisi hewan, memastikan kelayakan fisik, serta memantau jumlah hewan kurban hingga mendekati hari penyembelihan.
Pada hari pemotongan kurban, pengawasan akan melibatkan lebih banyak petugas dari berbagai unsur. Total sekitar 75 orang akan diterjunkan, terdiri dari 30 petugas dari PDHI, 33 mahasiswa kedokteran hewan Universitas Riau, serta petugas dari Distanak Pekanbaru.
Zulpan menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan sebelum dan setelah penyembelihan. Pemeriksaan sebelum penyembelihan dilakukan untuk melihat kondisi fisik hewan, sedangkan pemeriksaan setelah penyembelihan dilakukan pada organ dalam. Jika ditemukan penyakit, cacing, atau kondisi yang membahayakan, bagian tersebut tidak boleh dikonsumsi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....