Riau Dorong Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik

  • 08 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan sampah melalui pendekatan inovatif berbasis energi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Pekanbaru dan sekitarnya.

Penandatanganan kerja sama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Pekanbaru Raya berlangsung di Jakarta, Selasa 7 April 2026, dipimpin langsung oleh SF Hariyanto dan disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, serta sejumlah kepala daerah di Riau.

Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi titik awal perubahan besar dalam pengelolaan sampah di daerah, khususnya di Pekanbaru.

“Insyaallah, perjanjian kerja sama hari ini bisa menjadi langkah besar untuk mentransformasi persoalan sampah menjadi energi baru,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini sampah masih dipandang sebagai beban lingkungan, padahal dengan teknologi yang tepat dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai.

“Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan potensi sumber daya yang jika dikelola dengan teknologi tepat, bisa memberikan manfaat balik bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk mewujudkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi,” ungkapnya.

Rencananya, fasilitas PSEL atau waste to energy akan dibangun di wilayah Kabupaten Kampar dan akan melayani pengolahan sampah dari sejumlah daerah dalam kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa volume sampah di kawasan tersebut telah mencapai angka yang mengkhawatirkan.

“Dengan timbulan sampah yang mencapai hampir 2.000 ton per hari, pendekatan waste to energy menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi bersih,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas PSEL merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih didominasi metode konvensional.

Selain itu, pemerintah pusat menargetkan penghentian praktik pembuangan terbuka (open dumping) di seluruh tempat pembuangan akhir pada tahun 2026.

“Kita dorong perubahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk penghentian open dumping di seluruh Indonesia pada 2026,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....