Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Riau
- 18 Feb 2026 15:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. Strategi pelokalisasian titik api diterapkan guna mencegah perluasan area terdampak serta mengantisipasi potensi kabut asap mencapai kawasan permukiman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebut kondisi lapangan masih fluktuatif akibat cuaca kering dan hembusan angin cukup kencang. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah menahan laju api agar tidak merambat ke wilayah yang lebih luas.
“Penanganan dilakukan secara terukur dengan memperkuat personel di titik-titik rawan. Kami fokus membatasi pergerakan api agar tidak melebar,” ujar Ferdian, Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam operasi ini, sebanyak 160 personel Manggala Agni dikerahkan untuk pemadaman langsung di lapangan. Sementara 80 personel lainnya disiagakan melakukan patroli rutin serta deteksi dini kemunculan hotspot baru. Tim gabungan bekerja bersama unsur BNPB, BMKG, TNI, Polri, dan BPBD guna memastikan koordinasi berjalan terpadu.
Mobilisasi tambahan juga dilakukan dari sejumlah Daerah Operasi (Daops). Personel dari Daops Rengat digeser ke Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, sedangkan Daops Siak diperbantukan ke Bengkalis. Dukungan lintas provinsi turut diberikan oleh Daops Bukit Tempurung, Jambi, yang membantu pemadaman di Dumai.
Sebaran titik api saat ini terpantau berada di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Area terdampak mencakup Hutan Produksi, Kawasan Konservasi, hingga Areal Penggunaan Lain, dengan sejumlah lokasi berada dekat perkebunan dan permukiman warga.
Ferdian menjelaskan, tantangan terbesar berasal dari kondisi lahan gambut yang sangat kering setelah hampir 20 hari tanpa hujan. Muka air tanah tercatat berada di posisi minus sekitar 90 sentimeter, sehingga api mudah menjalar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan sepenuhnya.
Selain faktor cuaca, dugaan pembukaan lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian. Pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun, mengingat kondisi sangat rentan memicu kebakaran meluas.
Untuk mempercepat penanganan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dilakukan melalui BPBD Provinsi Riau. Satu unit pesawat Cessna Grand Caravan C208 diterbangkan untuk menyemai satu ton garam di wilayah Siak dan Pekanbaru guna memicu hujan buatan dan membantu pembasahan lahan.
Langkah-langkah ini dilakukan menyusul penetapan Status Siaga Darurat Karhutla oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku hingga 30 November. Dalam waktu dekat, pembentukan kembali Satgas Karhutla akan dilakukan untuk memperkuat koordinasi serta dukungan penanganan dari pemerintah pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....