BBKSDA Turun Mitigasi Konflik Harimau Sumatra di Siak

  • 10 Feb 2026 08:39 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kemunculan Harimau Sumatra. Peristiwa ini terjadi di Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, pada Jumat 6 Februari 2026 lalu.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan laporan pertama diterima pada pukul 22.00 WIB. Menyikapi hal tersebut, pihaknya langsung menurunkan tim dari Resort Siak untuk melakukan mitigasi konflik satwa liar di lokasi kejadian.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim kami segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi, koordinasi dengan aparat setempat, serta langkah-langkah mitigasi guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar,” ujar Supartono, Selasa, 10 Februari 2026.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, tim memperoleh keterangan dari warga bahwa pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB, salah satu warga melihat bayangan satwa di sekitar kandang kambing. Selain itu, rekaman CCTV milik warga setempat juga memperlihatkan seekor Harimau Sumatera melintas pada pukul 21.30 WIB dan bergerak ke arah perkebunan PT Eks Darpari.

“Dari rekaman CCTV dan temuan jejak di lapangan, kami memperkirakan satwa tersebut merupakan Harimau Sumatera remaja menuju dewasa dengan ukuran tanggung,” jelas Supartono.

Ia menambahkan, pada lokasi lain, tim menemukan indikasi kuat keberadaan Harimau Sumatera di sekitar rumah warga bernama Nanang. Ditemukan jejak kaki harimau berukuran sekitar 12 sentimeter serta bulu ayam yang berserakan, yang diduga kuat berkaitan dengan hilangnya dua ekor ayam dan satu anak kucing milik warga.

“Identifikasi sementara menunjukkan adanya aktivitas Harimau Sumatera di sekitar permukiman warga. Namun hingga saat ini, kamera trap yang telah dipasang belum merekam visual satwa tersebut,” katanya.

Supartono menyebutkan, BBKSDA Riau telah menambah satu unit kamera trap di titik baru serta melakukan pemantauan menggunakan drone untuk memperluas jangkauan pengawasan. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau warga agar tidak beraktivitas sendirian pada jam-jam aktif satwa, serta memastikan ternak dimasukkan ke dalam kandang yang tertutup rapat, termasuk menutup sisi kandang dengan terpal atau seng guna membatasi pandangan satwa liar,” tuturnya.

Saat ini, BBKSDA Riau terus melakukan pemantauan secara intensif di lokasi kejadian. Supartono juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas BBKSDA apabila kembali melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami, namun perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi juga tetap kami kedepankan,” pungkas Supartono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....