Longsor Susulan di Kuala Enok Rusakkan Rumah dan Lapak Usaha

  • 19 Jun 2026 10:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bencana tanah longsor kembali melanda kawasan Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis 18 Juni 2026. Longsor susulan yang terjadi di tepi sungai itu mengakibatkan sejumlah rumah warga dan lapak usaha mengalami kerusakan berat, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.25 WIB tersebut sempat memicu kepanikan warga. Suara gemuruh yang muncul secara tiba-tiba disertai patahan kayu dari bangunan yang bergeser membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Salah seorang warga setempat, Bambang, mengatakan situasi saat kejadian berlangsung sangat mencekam. Menurutnya, warga tidak menyangka longsor kembali terjadi hanya beberapa hari setelah kejadian serupa melanda kawasan tersebut.

“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh cukup keras dan kayu-kayu mulai patah. Kami langsung berteriak meminta warga keluar rumah karena khawatir tanah terus bergerak,” ujarnya.

Beruntung, sebagian besar penghuni rumah yang terdampak telah meninggalkan bangunan sesaat sebelum longsor terjadi. Warga sekitar kemudian berdatangan untuk membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari lokasi kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, R Arliansyah, menjelaskan bahwa longsor terjadi di Jalan Merdeka RT 001 RW 001, Kuala Enok. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak enam bangunan mengalami kerusakan berat yang terdiri dari empat rumah tinggal dan dua lapak usaha.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun empat kepala keluarga terdampak akibat kerusakan rumah, sementara dua lapak usaha milik warga juga mengalami kerusakan berat,” kata Arliansyah.

Ia menyebutkan, nilai kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Tim BPBD bersama aparat terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memantau kondisi tanah guna mengantisipasi longsor lanjutan.

Longsor yang terjadi kali ini merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir di Kuala Enok. Sebelumnya, pada Selasa 16 Juni 2026, belasan rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah di lokasi yang tidak jauh dari titik longsor terbaru. Empat rumah di antaranya bahkan dilaporkan ambruk ke sungai.

Pemerintah daerah mengimbau warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila muncul tanda-tanda retakan tanah atau pergeseran struktur bangunan. Kondisi geografis kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan aliran sungai dinilai masih berpotensi mengalami longsor susulan.

Saat ini, warga terdampak bersama pemerintah setempat terus berupaya melakukan penanganan darurat sembari menunggu langkah lanjutan untuk mitigasi dan penanganan kawasan rawan longsor di Kuala Enok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....