Rahasia Tidur Berkualitas meski Bangun Sahur

  • 23 Feb 2026 10:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Perubahan pola tidur selama bulan Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Kewajiban bangun di sepertiga malam untuk santap sahur tak jarang menyisakan rasa kantuk dan lemas di siang hari akibat berkurangnya durasi istirahat.

Namun, menjaga kebugaran tubuh tetap optimal sebenarnya bukan hanya soal berapa lama kita tidur, melainkan seberapa berkualitas fase istirahat yang kita dapatkan sebelum fajar menyingsing. Merujuk pada panduan kesehatan tidur dari National Sleep Foundation, kunci utama menghadapi perubahan jadwal adalah dengan memajukan jam tidur di malam hari.

Jika biasanya Anda tidur pukul 22.00, cobalah untuk beristirahat lebih awal setelah menunaikan salat Tarawih. Langkah ini penting untuk mengompensasi waktu yang hilang saat bangun sahur, sehingga tubuh tetap mendapatkan siklus tidur Deep Sleep yang cukup untuk pemulihan sel-sel saraf dan otot.

Selain durasi, lingkungan kamar memegang peranan vital dalam menciptakan tidur yang lelap. Berdasarkan rekomendasi dari Sleep Foundation, menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan mematikan lampu secara total dapat merangsang produksi hormon melatonin lebih maksimal. Suasana yang tenang dan gelap membantu otak untuk segera masuk ke fase tidur nyenyak dalam waktu singkat, meskipun jendela waktu tidur Anda terasa lebih sempit dari biasanya.

Perhatikan juga apa yang Anda konsumsi sebelum memejamkan mata. Mengutip riset yang dipublikasikan oleh American Academy of Sleep Medicine (AASM), hindari konsumsi kafein seperti kopi atau teh pekat serta makanan berat sesaat sebelum tidur malam. Kafein memiliki efek stimulan yang dapat bertahan hingga 6 jam di dalam tubuh, yang berisiko membuat Anda terjaga atau mengalami tidur yang dangkal, sehingga saat bangun sahur tubuh justru terasa lebih lelah.

Strategi lain yang sangat efektif adalah menerapkan Power Nap atau tidur singkat di siang hari. Menurut panduan dari Mayo Clinic, tidur selama 15 hingga 20 menit di sela waktu istirahat siang mampu memulihkan fokus dan energi secara instan tanpa menimbulkan efek linglung saat bangun. Durasi yang singkat ini menjaga tubuh agar tidak masuk ke fase tidur dalam yang justru bisa mengganggu jam tidur utama Anda di malam hari.

Konsistensi jadwal juga menjadi faktor penentu kesehatan metabolisme selama berpuasa. Pakar kesehatan dalam jurnal Nature and Science of Sleep menekankan pentingnya menjaga ritme sirkadian dengan bangun dan tidur di jam yang sama setiap harinya, termasuk di akhir pekan. Kedisiplinan ini membantu jam biologis tubuh beradaptasi lebih cepat dengan pola Ramadhan, sehingga rasa kantuk yang berlebihan di jam kerja dapat diminimalisir secara alami.

Sebagai penutup, tidur berkualitas adalah investasi energi untuk menjalankan ibadah dan aktivitas pekerjaan dengan prima. Dengan pengaturan waktu yang tepat dan suasana ruang yang mendukung, bangun sahur tidak lagi menjadi beban bagi kebugaran tubuh. Mari jadikan bulan penuh berkah ini sebagai momentum untuk tetap produktif dengan manajemen istirahat yang lebih cerdas dan teratur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....