Mengenal Mochi: Camilan Tradisional Jepang
- 24 Agt 2026 16:52 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kuliner Jepang di Indonesia kian kaya dengan populernya mochi sebagai camilan penutup yang digemari berbagai kalangan. Teksturnya yang kenyal, lembut, serta kaya variasi isian membuat panganan berbasis beras ketan ini tak pernah kehilangan panggung di ranah kuliner Nusantara.
Di negara asalnya, mochi memiliki posisi sejarah dan kebudayaan yang amat sakral. Merujuk pada catatan riset Japan National Tourism Organization (JNTO), mochi secara tradisional dibuat melalui proses Mochitsuki, yakni penumbukan beras ketan matang menggunakan palu kayu besar (usu dan kine). Kudapan ini dahulu disajikan khusus sebagai simbol keberuntungan dan rasa syukur pada perayaan Tahun Baru (Oshogatsu).
Kunci utama tekstur unik mochi terletak pada bahan bakunya, yaitu beras ketan jenis mochigome. Penelitian dalam Journal of Cereal Science menyebutkan bahwa beras mochigome memiliki kadar amilosa yang sangat rendah namun kaya akan amilopektin, sehingga menghasilkan struktur adonan yang sangat elastis, lengket, dan kenyal secara alami saat ditumbuk dan dipanaskan.
Seiring berjalannya waktu, mochi terus berevolusi mengikuti selera zaman tanpa menghilangkan identitas aslinya. Kajian dari Journal of Ethnic Foods mencatat bahwa inovasi mochi modern kini melahirkan variasi populer seperti Daifuku—mochi berisian pasta kacang merah atau buah segar—serta Yukimi Daifuku, yaitu perpaduan mochi dengan isian es krim yang kini digandrungi secara global.
Di Indonesia, adaptasi mochi juga berkembang pesat dan menyatu dengan tradisi lokal. Berdasarkan ulasan dalam Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis, kuliner mochi—seperti mochi khas Sukabumi—telah bertransformasi menjadi salah satu komoditas oleh-oleh unggulan berbasis UMKM yang berhasil menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus memperkaya khazanah jajanan pasar.
Tak sekadar menawarkan kenikmatan tekstur, mochi juga menyajikan asupan energi yang terukur. Karena berbahan dasar beras ketan utuh, mochi kaya akan karbohidrat kompleks yang mampu memberikan rasa kenyang secara cepat, menjadikannya pilihan camilan pendamping minum teh atau kopi di sore hari.
Perpaduan antara nilai histori yang mendalam, kesederhanaan bahan, serta fleksibilitas rasa menjadikan mochi tetap relevan melintasi zaman. Kudapan tradisional ini berhasil membuktikan bahwa kebudayaan lokal bisa terus hidup dan dicintai masyarakat dunia melalui sentuhan kreasi kuliner.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....