Menelusuri Jejak Rasa Melayu Tempo Dulu dari Kepulauan Meranti
- 11 Agt 2026 13:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Kepulauan Meranti tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Riau, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Melayu. Sejumlah menu masakan kuno atau masakan Melayu tempo dulu dari daerah ini pernah didokumentasikan oleh Pemerintah Provinsi Riau sebagai upaya pelestarian warisan kuliner lokal.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Riau, berbagai hidangan tradisional tersebut menggambarkan kearifan masyarakat Meranti dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, mulai dari kelapa, rebung, pisang, hingga sagu.
Salah satu hidangan yang cukup unik adalah Asam Pedas Kelapa Muda. Masakan ini memadukan kelapa muda dengan kuah bercita rasa asam dan pedas yang dahulu populer di kampung-kampung masyarakat Melayu Meranti. Perpaduan rasa segar dan pedas menjadikannya berbeda dari asam pedas pada umumnya.
Selain itu, terdapat Gulai Pisang Kapas, yakni olahan pisang kapas yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah hingga menghasilkan cita rasa gurih. Menu ini kini mulai jarang ditemukan sehingga keberadaannya menjadi perhatian dalam upaya pelestarian kuliner tradisional.
Hidangan lain yang tak kalah menarik adalah Gulai Rebung Kelapa dan Gulai Jantung Pisang. Kedua masakan ini menunjukkan bagaimana masyarakat tempo dulu memanfaatkan hasil kebun dan tanaman sekitar sebagai bahan pangan utama. Rebung dan jantung pisang diolah dengan bumbu gulai khas Melayu sehingga menghasilkan rasa gurih yang kaya rempah.
Untuk pelengkap makanan, masyarakat Meranti juga mengenal Sambal Pisang Muda, yaitu pisang muda yang dipadukan dengan sambal pedas. Sementara itu, Ubi Rebus dengan Sambal Belacan serta Pisang Rebus dengan Sambal Kelapa mencerminkan pola makan sederhana masyarakat kampung pada masa lalu, namun tetap kaya rasa dan bernilai gizi.
Kekayaan kuliner Meranti tidak dapat dipisahkan dari sagu, komoditas unggulan daerah tersebut. Berbagai olahan sagu tradisional masih dikenal hingga kini, di antaranya Sempolet, Gobak, dan Lempeng Sagu. Sempolet merupakan makanan khas berbahan sagu yang memiliki tekstur lembut dan kenyal, sedangkan lempeng sagu dan gobak telah lama menjadi bagian dari pangan sehari-hari masyarakat pesisir Meranti.
Keberadaan masakan-masakan kuno ini bukan sekadar soal cita rasa, tetapi juga merekam sejarah kehidupan masyarakat Melayu Kepulauan Meranti yang dekat dengan alam dan mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal. Dokumentasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk kembali mengenal, memasak, dan melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Di tengah maraknya makanan modern, jejak rasa Melayu tempo dulu dari Kepulauan Meranti menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner tradisional Riau menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang patut dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....