Kolak Kuliner Tradisional Nusantara yang Tetap Digemari

  • 27 Jan 2026 15:29 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru :  Kolak merupakan salah satu kuliner tradisional Indonesia yang hingga kini masih bertahan dan digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Hidangan bercita rasa manis ini kerap hadir sebagai sajian khas pada bulan Ramadan, terutama saat waktu berbuka puasa. Namun, di luar momen tersebut, kolak tetap menjadi pilihan camilan tradisional yang mudah ditemukan di berbagai daerah.

Dikutip dari Warisan Budaya Kuliner Nusantara, kebudayaan.kemdikbud.go.id, secara umum, kolak dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti pisang, ubi, singkong, labu, atau biji salak yang dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan gurih dengan aroma khas yang menggugah selera. Setiap daerah di Indonesia memiliki variasi kolak masing-masing, baik dari segi bahan maupun penyajiannya.

Kolak telah dikenal sejak masa penyebaran Islam di Nusantara. Hidangan ini kerap disajikan sebagai simbol kesederhanaan dan kebersamaan. Nama “kolak” sendiri diyakini berasal dari kata Arab khalik yang berarti Sang Pencipta, sehingga kolak sering dikaitkan dengan nilai religius dan spiritual, khususnya selama Ramadan.

Seiring perkembangan zaman, kolak mengalami berbagai inovasi. Tidak hanya terbatas pada pisang dan ubi, kini muncul kolak dengan tambahan bahan modern seperti kolang-kaling, nangka, durian, hingga es krim. 

Penyajiannya pun semakin beragam, mulai dari kolak hangat hingga kolak dingin yang disajikan dengan es batu untuk menyesuaikan selera masyarakat masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....