Mengenal Sejarah Mi Tiaw, Kuliner Peranakan yang Mendunia
- 11 Jul 2026 18:59 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Mie tiaw atau kway teow merupakan salah satu hidangan berbahan dasar mi pipih yang telah lama menjadi bagian dari khazanah kuliner Asia Tenggara. Di Indonesia, makanan ini dikenal luas melalui berbagai olahan, mulai dari mie tiaw goreng hingga mie tiaw kuah.
Di balik kelezatannya, mie tiaw memiliki sejarah panjang yang berakar dari tradisi masyarakat Tionghoa dan berkembang melalui proses akulturasi budaya di berbagai negara. Merangkum laman National Library Board Singapore dan The Food of Asia, Mie tiaw berasal dari wilayah Guangdong dan Fujian di Tiongkok Selatan.
Nama "kway teow" berasal dari dialek Hokkien, yakni kué yang berarti kue atau olahan dari beras, dan tiâu yang berarti lembaran atau potongan panjang. Mie ini dibuat dari tepung beras yang diolah menjadi lembaran tipis, kemudian dipotong memanjang sehingga menghasilkan tekstur yang lembut namun kenyal.
Penyebaran mie tiaw ke Asia Tenggara terjadi seiring gelombang migrasi masyarakat Tionghoa pada abad ke-18 hingga ke-20. Para perantau membawa tradisi kuliner mereka ke berbagai wilayah, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Di setiap daerah, mie tiaw mengalami penyesuaian dengan bahan pangan lokal, cita rasa setempat, serta budaya masyarakat yang menerimanya.
Di Indonesia, mie tiaw berkembang pesat terutama di wilayah yang memiliki komunitas Tionghoa cukup besar, seperti Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, hingga Jakarta. Kota Pontianak, misalnya, dikenal dengan sajian mie tiaw khas yang dimasak menggunakan kecap asin, bawang putih, tauge, daun kucai, serta pilihan daging ayam, sapi, atau hidangan laut. Sementara di Bangka Belitung, mie tiaw sering dipadukan dengan seafood segar sebagai ciri khas daerah pesisir.
Keunikan mie tiaw tidak hanya terletak pada bahan bakunya, tetapi juga teknik memasaknya. Pada hidangan mie tiaw goreng, proses memasak menggunakan api besar atau wok hei menghasilkan aroma khas yang menjadi daya tarik utama. Teknik ini dipercaya mampu memberikan cita rasa yang lebih kaya karena terjadi proses karamelisasi pada bumbu dan mi dalam waktu singkat.
Seiring perkembangan zaman, variasi mie tiaw semakin beragam. Selain versi tradisional, kini hadir mie tiaw vegetarian, mie tiaw seafood, hingga mie tiaw dengan sentuhan cita rasa modern yang memadukan berbagai rempah Nusantara. Inovasi tersebut membuat mie tiaw tetap diminati oleh berbagai kalangan tanpa kehilangan identitas kuliner aslinya.
Lebih dari sekadar makanan, mie tiaw menjadi bukti bagaimana sebuah tradisi kuliner mampu beradaptasi dan menyatukan berbagai budaya. Kehadirannya di Indonesia mencerminkan proses akulturasi yang berlangsung secara damai selama ratusan tahun, sekaligus memperkaya keberagaman kuliner nasional.
Melestarikan kuliner seperti mie tiaw berarti turut menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Dengan mengenal asal-usulnya, masyarakat tidak hanya menikmati kelezatan hidangan ini, tetapi juga memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di setiap sajian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....