Kenapa Gula Darah Bisa Tinggi di Pagi Hari

  • 22 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bagi penderita diabetes maupun masyarakat yang rutin memantau kesehatan, mendapati angka gula darah melonjak tinggi saat bangun tidur sering kali membingungkan. Padahal, tubuh telah berpuasa dan tidak mendapat asupan makanan selama berjam-jam sepanjang malam.

Fenomena medis ini ternyata merupakan hal yang lumrah dan memiliki penjelasan biologis yang terukur. Penyebab utama dari melonjaknya kadar glukosa saat pagi hari adalah fenomena alami tubuh yang dikenal sebagai Dawn Phenomenon atau Fenomena Fajar.

Mengutip publikasi medis dari American Diabetes Association (ADA), antara pukul 03.00 hingga 08.00 pagi, tubuh secara alami melepaskan gelombang hormon pertumbuhan seperti kortisol, glukagon, dan epinefrin. Hormon-hormon ini memicu hati untuk melepaskan simpanan glukosa ke dalam aliran darah sebagai bahan bakar persiapan tubuh untuk beraktivitas.

Pada orang dengan fungsi metabolisme yang sehat, pankreas akan merespons pelepasan glukosa tersebut dengan memproduksi hormon insulin yang cukup untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, bagi orang yang mengalami resistensi insulin atau gangguan produksi insulin, glukosa yang dilepaskan oleh hati tidak dapat masuk ke dalam sel dengan optimal, sehingga menumpuk di aliran darah saat bangun pagi.

Selain Fenomena Fajar, penyebab lain yang kerap melatarbelakangi tingginya gula darah di pagi hari adalah Somogyi Effect. Menurut laporan riset dari National Institutes of Health (NIH), efek ini terjadi akibat Rebound Hyperglycemia. Jika kadar gula darah turun terlalu rendah pada tengah malam bisa karena dosis obat yang terlalu tinggi atau tidak makan malam tubuh akan panik dan bereaksi dengan memicu pelepasan hormon stres secara mendadak untuk memproduksi gula berlebih sebagai perlindungan.

Faktor gaya hidup sebelum tidur malam juga memegang peranan penting terhadap kondisi gula darah pagi hari. Penjelasan teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau makanan berat mendekati waktu tidur dapat memperlambat proses pengosongan lambung. Akibatnya, pencernaan nutrisi berlangsung hingga larut malam dan memicu peningkatan glukosa darah yang bertahan hingga pagi hari.

Otoritas kesehatan nasional terus mengimbau masyarakat untuk mengenali pola peningkatan gula darah ini guna menentukan langkah penanganan yang tepat. Panduan edukasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyarankan masyarakat untuk melakukan pencatatan berkala kadar gula darah mandiri, termasuk sesekali mengecek gula darah pada pukul 02.00 atau 03.00 dini hari, guna membedakan apakah lonjakan tersebut disebabkan oleh Dawn Phenomenon atau Somogyi Effect.

Memahami penyebab pasti di balik tingginya kadar gula darah di pagi hari menjadi kunci utama dalam menentukan penyesuaian pola makan, jadwal olahraga, hingga dosis obat yang tepat. Dengan konsultasi medis yang teratur dan konsistensi menjaga gaya hidup sehat, kestabilan gula darah harian dapat tetap terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....