Minuman Manis dan Risiko Diabetes
- 14 Sep 2026 18:03 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kepraktisan dan kesegaran minuman manis, mulai dari es teh kekinian, kopi susu gula aren, hingga minuman kemasan, menjadikannya pavorit masyarakat untuk melepas dahaga. Namun, di balik rasa nikmatnya, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula secara rutin menyimpan ancaman serius bagi kesehatan tubuh.
Ancaman terbesar dari minuman manis terletak pada kandungan gula bebasnya yang diserap sangat cepat oleh saluran pencernaan. Berbeda dari makanan padat, cairan kaya gula langsung memicu lonjakan kadar glukosa darah secara drastis dalam waktu singkat, sehingga memaksa pankreas bekerja ekstra keras memproduksi hormon insulin.
Jika lonjakan gula darah terjadi terus-menerus, sel-sel tubuh lama-kelamaan akan kehilangan sensitivitasnya terhadap insulin. Kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin ini merupakan pintu utama berkembangnya penyakit diabetes melitus tipe 2 pada seseorang.
Bahaya konsumsi minuman bergula ini diperkuat oleh temuan ilmiah secara global. Berdasarkan studi longitudinal yang dipublikasikan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health, individu yang mengonsumsi 1–2 kaleng minuman manis per hari memiliki risiko 26 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Di dalam negeri, kewaspadaan serupa terus disuarakan oleh para praktisi kesehatan. Laporan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mencatat adanya peningkatan tren penderita diabetes di usia muda yang berkorelasi kuat dengan tingginya konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tengah masyarakat perkotaan.
Selain merusak respons insulin, asupan gula cair juga tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Hal ini memicu penambahan asupan kalori harian secara tidak disadari, yang pada akhirnya memicu obesitas—faktor risiko utama pembawa komplikasi diabetes.
Guna menekan risiko tersebut, masyarakat dianjurkan untuk mulai membatasi asupan gula harian dan beralih ke pilihan yang lebih sehat seperti air putih, teh tanpa gula, atau infusi buah alami. Membiasakan diri membaca label kandungan gizi sebelum membeli produk minuman menjadi langkah awal yang bijak demi melindungi kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....