Arti Perut Bunyi
- 04 Sep 2026 00:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah suasana tiba-tiba hening, lalu terdengar suara “krucuk-krucuk” dari perut? Suara itu kadang muncul saat lapar, tetapi bisa juga terdengar setelah makan. Banyak orang mengira suara tersebut selalu berarti perut sedang meminta makanan.
Padahal, ada cerita lain di balik bunyi tersebut. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan ketika makanan sedang dicerna, bahkan saat sistem pencernaan dalam keadaan kosong, lambung dan usus dapat mengeluarkan suara letupan atau gemericik. Jadi, suara dari perut sebenarnya merupakan bagian dari aktivitas sistem pencernaan.
Suara “krucuk-krucuk” dikenal dalam dunia medis sebagai bising usus atau borborygmi. Bunyi tersebut muncul ketika otot saluran pencernaan bergerak untuk mendorong makanan, cairan, dan gas sepanjang saluran pencernaan. Itulah sebabnya suara perut tidak hanya muncul ketika lapar.
| Baca juga: Bersendawa, Wajar atau Berbahaya |
Setelah makan pun, proses pencernaan tetap berlangsung dan pergerakan tersebut dapat menghasilkan suara. Dengan kata lain, perut yang berbunyi belum tentu sedang memberi tanda bahwa kita harus segera makan.
Namun, suara perut yang lebih sering juga bisa muncul bersama masalah pencernaan tertentu. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan pada intoleransi laktosa, seseorang dapat mengalami perut kembung, nyeri perut, diare, mual, serta perut berbunyi “krucuk-krucuk”, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
NIDDK juga mencatat bahwa suara perut yang bergemuruh dapat menjadi salah satu gejala intoleransi laktosa. Karena itu, jika bunyi perut selalu muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu dan disertai keluhan lain, pola tersebut sebaiknya diperhatikan.
| Baca juga: Penyebab Makan Larut Mengganggu Tidur |
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga pencernaan tetap nyaman. Makanlah dengan perlahan, kunyah makanan dengan baik, dan perhatikan makanan yang membuat perut mudah bergas atau kembung. Beberapa jenis karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh dapat difermentasi oleh bakteri di usus besar dan menghasilkan gas.
Makanan tertentu seperti kacang-kacangan, beberapa sayuran, produk susu, serta makanan dengan pemanis tertentu dapat meningkatkan gas pada sebagian orang. Namun, setiap tubuh memiliki respons yang berbeda, sehingga tidak perlu langsung menghindari semua makanan tersebut.
Pada akhirnya, perut yang berbunyi sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru, suara kecil itu menunjukkan bahwa saluran pencernaan sedang bergerak dan bekerja. Yang perlu diperhatikan adalah jika bunyi perut muncul bersama sakit perut hebat, perut membengkak, muntah terus-menerus, tidak bisa buang air besar atau buang angin, atau keluhan lain yang semakin berat.
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda masalah serius seperti sumbatan usus dan membutuhkan pemeriksaan segera. Jadi, jangan buru-buru malu ketika perut berbunyi. Dengarkan baik-baik, karena terkadang suara kecil dari dalam perut adalah cara tubuh memberi tahu bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....