Penyebab Makan Larut Mengganggu Tidur
- 08 Sep 2026 21:32 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Malam sudah semakin sunyi, sebagian orang mulai bersiap memejamkan mata, tetapi justru saat itulah rasa lapar datang. Sepiring nasi, mi instan, gorengan, atau makanan manis akhirnya menjadi teman sebelum tidur.
Makan larut malam memang terasa nikmat, apalagi setelah seharian beraktivitas. Namun, kebiasaan yang terlihat sederhana ini ternyata dapat memengaruhi cara tubuh bekerja. Penelitian tentang chrononutrition menunjukkan bahwa bukan hanya jenis dan jumlah makanan yang penting, tetapi juga kapan makanan dikonsumsi.
Tubuh manusia memiliki ritme alami selama 24 jam yang mengatur berbagai proses, termasuk tidur, hormon, dan metabolisme. Ketika seseorang sering makan mendekati waktu tidur, waktu tersebut tidak selalu sesuai dengan ritme alami tubuh. Sebuah penelitian yang dibahas oleh Harvard Health menemukan bahwa makan lebih larut dapat meningkatkan rasa lapar, mengurangi pembakaran kalori, dan mendorong penyimpanan lemak.
| Baca juga: Kondisi Otak saat Tidur |
Penelitian tersebut memang dilakukan pada kelompok kecil, sehingga hasilnya perlu dipahami secara hati-hati. Namun, temuan ini memberi gambaran bahwa waktu makan juga layak diperhatikan.
Masalah lainnya bisa muncul ketika makanan berat dikonsumsi menjelang tidur. Perut masih bekerja mencerna makanan ketika tubuh seharusnya mulai memasuki waktu istirahat. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara waktu makan yang lebih larut dan kualitas tidur yang kurang baik, meskipun hasil penelitian belum semuanya konsisten.
Tinjauan ilmiah tahun 2024 juga menyebutkan bahwa sebagian besar penelitian observasional menemukan hubungan antara makan larut dan kualitas tidur yang lebih buruk, sementara penelitian eksperimental masih memberikan hasil yang beragam. Jadi, bukan berarti sekali makan malam terlambat langsung membuat seseorang sakit, tetapi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus patut diperhatikan.
Lalu, bagaimana jika rasa lapar benar-benar datang pada malam hari? Tidak perlu memaksakan diri menahan lapar sampai merasa tidak nyaman. Pilih makanan dalam porsi ringan dan tetap bergizi, misalnya buah, yogurt tanpa banyak gula, atau makanan sederhana yang tidak terlalu berlemak.
Yang lebih penting, usahakan jadwal makan utama lebih teratur agar rasa lapar berlebihan tidak baru muncul menjelang tidur. Kebiasaan ini juga dapat membantu seseorang lebih mudah mengatur jumlah makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang sehat secara keseluruhan tetap merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Pada akhirnya, makan larut malam bukan sesuatu yang harus selalu ditakuti. Sesekali makan lebih malam karena pekerjaan, perjalanan, atau keadaan tertentu tentu berbeda dengan menjadikannya kebiasaan setiap hari. Yang perlu diperhatikan adalah pola, porsi, jenis makanan, dan jaraknya dengan waktu tidur.
Jika selama ini makan malam selalu menjadi kegiatan terakhir sebelum tidur, mungkin sudah waktunya mencoba mengubah kebiasaan secara perlahan. Sebab, menjaga kesehatan ternyata tidak hanya tentang apa yang masuk ke dalam piring, tetapi juga tentang memilih waktu yang tepat untuk menikmatinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....