Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, 10.783 Warga Riau Terserang ISPA
- 08 Sep 2026 16:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Riau. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat sedikitnya 10.783 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang Agustus hingga awal September.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyebut peningkatan kasus tersebut diduga kuat berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat paparan asap karhutla.
“Total penderita ISPA di Riau selama periode Agustus hingga awal September tercatat sebanyak 10.783 kasus,” kata Zulkifli, Selasa 8 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.321 pasien merupakan laki-laki, sementara 5.462 lainnya perempuan. Yang menjadi perhatian, kelompok anak-anak turut menyumbang angka cukup besar. Sebanyak 1.937 balita berusia 0–5 tahun tercatat mengalami ISPA. Rinciannya, 1.162 merupakan anak laki-laki dan 775 anak perempuan.
Ancaman serupa juga terjadi pada anak usia sekolah. Untuk kelompok usia 5–9 tahun, jumlah penderita mencapai 1.844 anak, terdiri dari 989 laki-laki dan 855 perempuan.
Di tengah peningkatan kasus, Dinkes Riau memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak masih mampu menangani pasien.
Berbagai langkah antisipasi juga dilakukan untuk mencegah dampak paparan asap semakin meluas. Pemerintah daerah bersama Dinkes Riau mengintensifkan pembagian masker gratis serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya polusi udara.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang terdampak. Sejumlah Puskesmas turut disiagakan dengan oksigen konsentrator sebagai langkah menghadapi pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan.
“Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” ujar Zulkifli.
Pada tingkat provinsi, Dinkes Riau bahkan menyiapkan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk menangani pasien dengan kondisi kritis.
Penanganan tersebut juga melibatkan akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan. Mereka turut membantu mendistribusikan masker kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terpapar asap.
Dinkes Riau mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala gangguan pernapasan yang muncul selama kabut asap.
Masyarakat yang mengalami gejala ISPA maupun gangguan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Zulkifli juga meminta masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel polusi udara juga dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan asap.
Selain ISPA, tenaga kesehatan diminta aktif memantau dan melaporkan penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan asap, seperti iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit hingga asma.
“Tenaga kesehatan kita di fasilitas kesehatan diminta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” tutup Zulkifli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....