Kasus DBDDi Inhu Capai 235 Kasus

  • 18 Sep 2026 11:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Inhu - Kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengalami peningkatan cukup tajam. Dinas Kesehatan setempat mencatat 235 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Lonjakan paling tinggi terjadi pada Agustus dengan 69 kasus. Pangkalan Kasai menjadi wilayah yang mencatat temuan kasus paling banyak dibandingkan daerah lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hulu, Indrawansah, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi kasus sejak awal tahun. Meski terjadi peningkatan, hingga kini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat DBD.

“Saat ini terjadi peningkatan kasus DBD di Inhu. Dari Januari 2026 hingga Agustus 2026 total 235 kasus DBD yang terjadi di Inhu. Angka tertinggi terjadi di Pangkalan Kasai dan sampai saat ini belum ada korban jiwa,” kata Indrawansah, Kamis 17 September 2026.

Sebelum mengalami lonjakan pada Agustus, jumlah kasus DBD tercatat berfluktuasi. Pada Januari hingga Februari terdapat 18 kasus, kemudian 15 kasus pada Maret, 28 kasus April, 19 kasus Mei, 37 kasus Juni dan 31 kasus pada Juli.

Merespons peningkatan tersebut, Diskes Inhu telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Petugas memeriksa kondisi lingkungan, menelusuri potensi rantai penularan dan memetakan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Pemantauan terhadap pasien juga dilakukan secara berkala melalui fasilitas kesehatan. Sementara tindakan pengasapan atau fogging akan dilakukan pada wilayah yang memenuhi persyaratan teknis.

“Pada lingkungan yang memenuhi syarat untuk fogging, Diskes Inhu akan melakukan fogging dan pemberian bubuk abate untuk memutus mata rantai hidup nyamuk,” ujar Indrawansah.

Selain penanganan di lapangan, Diskes Inhu memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Edukasi mengenai pencegahan DBD juga terus diberikan kepada warga.

Masyarakat diminta menerapkan gerakan 3M Plus secara rutin, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Warga juga dianjurkan menggunakan lotion antinyamuk atau kelambu untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.

“DBD adalah penyakit yang bisa dicegah dengan perilaku 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang dan menggunakan lotion antinyamuk atau kelambu,” ungkap Indrawansah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....