Makan Mi Berlebihan bisa Bikin Gemuk
- 29 Jun 2026 10:23 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Mi, khususnya mi instan, sering dianggap sebagai makanan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, benarkah makan mi selalu bikin gemuk? Jawabannya tidak sesederhana itu.
Para ahli gizi menegaskan bahwa kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh total asupan kalori yang masuk dibandingkan dengan kalori yang dibakar tubuh, bukan semata-mata karena mengonsumsi mi. Mi instan memang memiliki kandungan kalori yang relatif tinggi.
Dalam 100 gram mi instan terdapat sekitar 339 kalori, sedangkan 100 gram nasi putih mengandung sekitar 180 kalori. Jika dikonsumsi dalam porsi besar, ditambah nasi, sosis, kornet, keju, atau makanan tinggi lemak lainnya, jumlah kalori yang masuk ke tubuh akan meningkat sehingga berpotensi menyebabkan penambahan berat badan.
Organisasi World Health Organization menjelaskan obesitas terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara energi yang dikonsumsi dan energi yang dikeluarkan tubuh. Pola makan tinggi kalori yang disertai kurang aktivitas fisik menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kelebihan berat badan dan obesitas.
| Baca juga: Rahasia Perut Tetap Rata |
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses, termasuk mi instan, yang dilakukan secara sering dan dalam jumlah berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan. Namun, bukan berarti satu porsi mi instan sesekali akan langsung membuat seseorang gemuk. Yang lebih menentukan adalah frekuensi konsumsi, ukuran porsi, dan pola makan secara keseluruhan.
Agar tetap lebih sehat saat menikmati mi, para ahli menyarankan untuk:
- Menambahkan sayuran seperti sawi, bayam, atau wortel.
- Menambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe.
- Mengurangi penggunaan bumbu jika ingin menekan asupan natrium.
- Tidak menjadikan mi instan sebagai makanan utama setiap hari.
- Mengimbangi dengan olahraga atau aktivitas fisik secara rutin.
Selain tinggi kalori, mi instan umumnya mengandung cukup banyak natrium (garam), lemak, dan karbohidrat, tetapi relatif rendah serat, vitamin, dan mineral. Karena itu, jika terlalu sering dikonsumsi tanpa tambahan lauk bergizi seperti telur, ayam, tahu, tempe, atau sayuran, kebutuhan gizi harian menjadi kurang seimbang
Mi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan apabila dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang serta aktivitas fisik yang cukup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....