Mitos atau Fakta Minum Air Es Bisa Menyebabkan Gemuk

  • 21 Jul 2026 21:32 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID - Pekanbaru : Di tengah masyarakat, masih banyak beredar anggapan minum air es dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Tidak sedikit orang yang sengaja menghindari air dingin karena khawatir tubuh akan menjadi gemuk.

Mitos ini bahkan sering kali menjadi alasan seseorang memilih minum air hangat dibandingkan air es, terutama ketika sedang menjalani program diet.

Namun, benarkah air es menjadi penyebab utama berat badan bertambah ataukah anggapan tersebut hanyalah mitos yang terus dipercaya tanpa didukung bukti ilmiah. Dikutip dari laman Halodoc.com, fakta menarik dari air es yang selama ini salah artikan, diantaranya :

1 Air Es Tidak Mengandung Kalori

Hal pertama yang perlu dipahami adalah air putih, baik dalam keadaan dingin maupun hangat, tidak mengandung kalori. Kalori merupakan sumber energi yang berasal dari makanan dan minuman tertentu seperti karbohidrat, protein, lemak, maupun gula. Karena air putih tidak memiliki kandungan kalori, maka secara logika dan ilmu gizi, air es tidak dapat secara langsung menyebabkan seseorang menjadi gemuk.

Yang sering kali menimbulkan kesalahpahaman adalah jenis minuman yang disajikan dengan es. Misalnya es teh manis, es kopi susu, es cokelat, minuman bersoda, atau minuman kekinian yang mengandung gula dan krimer dalam jumlah tinggi. Kandungan gula dan kalori dari minuman tersebutlah yang dapat memicu kenaikan berat badan apabila dikonsumsi secara berlebihan, bukan es batu yang digunakan.

2. Tubuh Justru Membutuhkan Energi untuk Menghangatkan Air Es

Menariknya, ketika seseorang minum air dingin, tubuh akan bekerja untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh yang normal, yaitu sekitar 37 derajat Celsius. Proses ini membutuhkan sedikit energi atau kalori.

Meski demikian, jumlah kalori yang terbakar sangat kecil sehingga tidak bisa dijadikan cara efektif untuk menurunkan berat badan. Dengan kata lain, minum air es memang membuat tubuh menggunakan energi, tetapi efeknya tidak signifikan terhadap proses pembakaran lemak.

3. Mengapa Banyak Orang Menganggap Air Es Membuat Gemuk?

Ada beberapa alasan mengapa mitos ini masih dipercaya hingga sekarang.

Pertama, sebagian besar makanan berkalori tinggi memang sering disajikan bersama minuman dingin. Misalnya saat menikmati makanan cepat saji, gorengan, atau hidangan manis, orang cenderung memilih minuman dingin sebagai pelengkap. Akibatnya, kenaikan berat badan yang sebenarnya dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan justru dikaitkan dengan air es.

Kedua, banyak minuman dingin yang dijual di pasaran mengandung gula dalam jumlah besar. Minuman seperti boba, milkshake, kopi susu kekinian, soda, atau minuman sirup bisa mengandung ratusan kalori dalam satu gelas. Jika dikonsumsi secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik, berat badan tentu berpotensi meningkat.

Berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar daripada kalori yang dibakar setiap hari. Kondisi ini disebut surplus kalori.

Beberapa faktor yang lebih berpengaruh terhadap kenaikan berat badan antara lain:

  • Pola makan tinggi gula, lemak, dan makanan olahan.

  • Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga.

  • Porsi makan yang berlebihan.

  • Kurang tidur sehingga memengaruhi hormon pengatur rasa lapar.

  • Stres berkepanjangan yang dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori.

  • Faktor genetik dan gangguan hormonal tertentu.

Dengan demikian, penyebab utama kegemukan bukanlah suhu air yang diminum, melainkan keseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran energi.

Bagi orang yang sehat, minum air es umumnya aman. Namun, beberapa orang mungkin merasa kurang nyaman setelah mengonsumsinya. Misalnya, air dingin dapat memicu rasa ngilu pada gigi sensitif, memperburuk gejala radang tenggorokan pada sebagian orang, atau menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita gangguan pencernaan tertentu. Meski demikian, kondisi tersebut bersifat individual dan bukan berarti air es berbahaya bagi semua orang.

Baik diminum dalam keadaan dingin maupun hangat, air putih tetap menjadi minuman terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Kebutuhan cairan yang tercukupi membantu menjaga suhu tubuh, melancarkan metabolisme, mendukung fungsi organ, meningkatkan konsentrasi, serta mencegah dehidrasi.

Bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, memperbanyak konsumsi air putih juga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebihan dapat berkurang.

Hal yang perlu diwaspadai bukanlah es batu, melainkan kandungan gula tambahan pada minuman dingin. Banyak minuman kekinian mengandung gula, sirup, krimer, susu kental manis, whipped cream, hingga topping yang membuat total kalorinya sangat tinggi.

Jika ingin tetap menikmati minuman dingin, pilihlah air putih, infused water tanpa gula, atau teh tawar dingin. Pilihan tersebut jauh lebih sehat dibandingkan minuman tinggi gula yang dikonsumsi setiap hari.

Dari fakta diatas, anggapan bahwa minum air es menyebabkan gemuk merupakan mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah. Air putih, baik dingin maupun hangat, tidak mengandung kalori sehingga tidak menjadi penyebab kenaikan berat badan. Yang sebenarnya berkontribusi terhadap kegemukan adalah pola makan yang tinggi kalori, konsumsi minuman manis secara berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, serta gaya hidup yang tidak sehat.

Oleh karena itu, tidak perlu takut minum air es selama yang dikonsumsi adalah air putih tanpa tambahan gula. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, berat badan ideal akan lebih mudah dipertahankan dibandingkan sekadar menghindari air es.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....