Perlukah digunakan Layering Skincare di Kalangan Anak Muda

  • 08 Jun 2026 16:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tren penggunaan skincare semakin berkembang pesat, khususnya di kalangan anak muda. Salah satu tren yang tengah populer adalah layering skincare, yaitu penggunaan produk perawatan kulit secara berlapis dalam satu waktu.

Dokter umum dari Skindaily Clinic, dr. Maya Hijratinnisa, menjelaskan bahwa layering skincare merupakan metode penggunaan beberapa produk skincare dengan kandungan berbeda untuk mendapatkan manfaat yang lebih maksimal.

“Layering skincare itu adalah memakai skincare secara berlapis-lapis dalam satu kali pemakaian. Biasanya terdiri dari toner, serum, hingga moisturizer dengan kandungan aktif yang berbeda,” jelas dr. Maya dalam Program Obrolan Santai Siang di Programa 2 RRI Pekanbaru, Jumat 5 Juni 2026.

Tren ini mulai berkembang pesat sejak meningkatnya popularitas skincare Korea sekitar tahun 2020-an. Bahkan, tidak sedikit pengguna yang menerapkan hingga 10 langkah (10-step skincare routine), yang tentu membutuhkan waktu dan konsistensi.

Namun, dr. Maya menegaskan bahwa penggunaan skincare tidak harus selalu banyak. Kunci utama dalam perawatan kulit adalah menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

“Skincare itu bukan soal banyaknya produk, tapi sesuai dengan kebutuhan kulit. Setiap orang berbeda,” ujarnya.

Untuk kulit normal tanpa masalah tertentu, dr. Maya menyarankan cukup menggunakan basic skincare, yaitu:

• Pembersih wajah

• Pelembab (moisturizer)

• Sunscreen

“Tiga langkah ini sebenarnya sudah cukup jika kulit tidak memiliki masalah khusus,” tambahnya.

Sementara itu, layering skincare lebih dianjurkan bagi individu dengan kondisi kulit tertentu, seperti kulit kering, berjerawat (acne prone), hiperpigmentasi, atau tanda penuaan. Kandungan aktif seperti niacinamide, salicylic acid, AHA, hingga retinol dapat digunakan sesuai kebutuhan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mengikuti tren tanpa memahami kondisi kulit sendiri.

“Sering kali kesalahan terjadi karena mengikuti influencer tanpa melihat jenis kulit. Akibatnya bisa muncul iritasi, alergi, bahkan breakout,” jelas dr. Maya.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan terlalu banyak produk sekaligus dapat menyulitkan pengguna dalam mengidentifikasi penyebab masalah kulit. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih skincare, tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami kebutuhan kulit masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....