Manfaat dan Resiko Layering Skincare
- 08 Jun 2026 16:38 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penggunaan layering skincare yang kini menjadi tren di kalangan anak muda ternyata memiliki manfaat sekaligus risiko jika tidak digunakan dengan tepat. Dokter umum dari Skin Daily Klinik, dr. Maya Hijratinnisa, menjelaskan bahwa layering skincare dapat memberikan hasil yang optimal apabila disesuaikan dengan kondisi kulit.
“Kalau digunakan sesuai kebutuhan, manfaatnya bisa terasa. Misalnya kulit kering jadi lebih lembab, atau jerawat ringan bisa berkurang dengan kandungan tertentu,” jelasnya.
Beberapa kandungan yang umum digunakan dalam layering antara lain:
• Hyaluronic acid dan ceramide untuk melembabkan
• Salicylic acid untuk kulit berjerawat
• Niacinamide untuk bekas jerawat
• AHA untuk eksfoliasi
• Retinol untuk anti-aging
Namun, dr. Maya mengingatkan bahwa hasil dari skincare tidak instan dan membutuhkan kesabaran. Selain itu, gaya hidup juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
“Lifestyle itu penting. Hindari begadang, kurangi makanan manis, junk food, serta produk olahan susu jika berjerawat,” ujarnya.
Ia juga meluruskan beberapa mitos terkait makanan, seperti anggapan bahwa protein dapat memicu jerawat.
“Itu mitos. Protein seperti telur, ayam, dan ikan tetap aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Di sisi lain, penggunaan layering skincare yang berlebihan justru dapat menimbulkan masalah, seperti:
• Iritasi
• Kemerahan
• Kulit mengelupas
• Breakout
Kombinasi bahan aktif tertentu juga tidak dianjurkan, seperti penggunaan AHA bersamaan dengan retinol, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Selain itu, kebiasaan sering mengganti produk skincare (gonta-ganti produk) juga dapat merusak skin barrier.
“Tanda skin barrier rusak itu kulit jadi sensitif, kering, kemerahan, bahkan jerawat makin sering muncul,” jelas dr. Maya.
Dalam penggunaan skincare, sunscreen menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
“Percuma pakai skincare berlapis kalau tidak pakai sunscreen. Itu kunci utama perlindungan kulit,” tambahnya.
Untuk mengetahui kecocokan produk, dr. Maya menyarankan penggunaan minimal selama dua minggu. Jika muncul iritasi, segera hentikan pemakaian dan fokus pada pemulihan kulit dengan pelembab.
Terakhir, masyarakat diimbau untuk memilih produk yang telah terdaftar di BPOM guna memastikan keamanan.
“Tidak semua skincare mahal lebih efektif. Yang penting sesuai kebutuhan dan sudah terdaftar BPOM,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....