Skin Layering untuk Kulit Berjerawat: Solusi Perawatan yang Tepat dan Aman

  • 11 Jun 2026 16:33 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID - Pekanbaru : Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit yang paling sering dialami, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, pertumbuhan bakteri, perubahan hormon, hingga stres.

Untuk mengatasinya, banyak orang mulai menerapkan skin layering, yaitu teknik penggunaan produk skincare secara berlapis sesuai urutan dan fungsi masing-masing. Bagi pemilik kulit berjerawat, skin layering dapat menjadi metode perawatan yang efektif apabila dilakukan dengan tepat.

Namun, penggunaan produk yang tidak sesuai justru berisiko memperparah kondisi kulit. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tahapan dan pemilihan produk sangat penting agar skin layering benar-benar dapat membantu mengurangi jerawat.

Dikutip dari laman popbela.com, skin layering adalah metode mengaplikasikan produk perawatan kulit dari tekstur yang paling ringan hingga paling kental. Pada kulit berjerawat, tujuan utama dari teknik ini bukan untuk menggunakan sebanyak mungkin produk, melainkan untuk memberikan perawatan yang mampu mengatasi penyebab jerawat sekaligus menjaga kesehatan lapisan pelindung kulit (skin barrier).

Kulit yang berjerawat sering kali mengalami peradangan dan sensitivitas. Penggunaan produk secara berlebihan atau kombinasi bahan aktif yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, bahkan munculnya jerawat baru. Oleh karena itu, rutinitas skincare yang sederhana tetapi terarah lebih dianjurkan.

Adapun tahapan dari skin layering untuk kulit berjerawat, diantaranya :

1. Membersihkan Wajah (Cleanser)

Langkah pertama adalah membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut dan tidak mengandung bahan yang dapat menyebabkan iritasi. Pembersih wajah berfungsi mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan sisa makeup yang dapat menyumbat pori-pori.

Pemilik kulit berjerawat disarankan memilih produk berlabel non-comedogenic, yaitu produk yang tidak mudah menyumbat pori.

2. Menggunakan Toner

Toner membantu mempersiapkan kulit untuk menerima produk selanjutnya. Untuk kulit berjerawat, toner yang mengandung bahan menenangkan seperti centella asiatica atau niacinamide dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi kemerahan dan menjaga kelembapan kulit.

3. Mengaplikasikan Serum atau Treatment

Tahap ini merupakan inti dari perawatan kulit berjerawat karena menggunakan bahan aktif yang ditujukan untuk mengatasi jerawat. Beberapa kandungan yang sering digunakan antara lain:

  • Salicylic acid (BHA) untuk membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat.
  • Niacinamide untuk mengontrol produksi minyak dan meredakan peradangan.
  • Benzoyl peroxide untuk membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat.
  • Azelaic acid untuk mengatasi jerawat sekaligus membantu memudarkan bekasnya.

Penggunaan bahan aktif perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan tidak dianjurkan untuk digunakan secara berlebihan dalam satu waktu.

4. Menggunakan Pelembap (Moisturizer)

Banyak orang dengan kulit berjerawat menghindari pelembap karena khawatir membuat wajah semakin berminyak. Padahal, pelembap berperan penting dalam menjaga keseimbangan kelembapan kulit dan memperkuat skin barrier. Pilih pelembap dengan tekstur ringan, berbahan dasar gel, dan berlabel oil-free atau non-comedogenic.

5. Menggunakan Sunscreen

Paparan sinar matahari dapat memperburuk hiperpigmentasi pasca jerawat dan menyebabkan iritasi, terutama jika menggunakan bahan aktif tertentu. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen dengan minimal SPF 30 sangat dianjurkan setiap pagi dan siang hari.Sunscreen dengan tekstur ringan dan tidak menyumbat pori lebih sesuai untuk kulit berjerawat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....