Benarkah Makanan Pedas Menyebabkan Maag?

  • 20 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Makanan pedas menjadi favorit banyak orang karena mampu menambah cita rasa dan menggugah selera makan. Namun, tidak sedikit yang menghindarinya karena percaya makanan pedas menjadi penyebab utama penyakit maag. Lantas, benarkah anggapan tersebut?

Maag merupakan istilah yang umum digunakan masyarakat untuk menggambarkan keluhan seperti nyeri atau perih di ulu hati, mual, kembung, dan rasa cepat kenyang. Dalam dunia medis, keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gastritis (radang lambung) atau dispepsia, sehingga penyebabnya pun tidak selalu sama.

Dikutip dari Mayo Clinic, gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan, stres berat akibat penyakit tertentu, maupun gangguan autoimun. Makanan pedas bukanlah penyebab utama gastritis, tetapi pada sebagian orang dapat memperburuk gejala yang sudah ada.

Rasa pedas berasal dari senyawa alami bernama capsaicin yang terdapat pada cabai. Pada orang yang sensitif atau memiliki gangguan lambung, capsaicin dapat memicu rasa perih, panas di ulu hati, atau meningkatkan rasa tidak nyaman setelah makan. Namun, respons setiap orang dapat berbeda-beda. Ada yang tetap nyaman mengonsumsi makanan pedas, sementara yang lain mengalami keluhan meski hanya dalam jumlah sedikit.

Selain makanan pedas, pola makan yang tidak teratur, makan dalam porsi berlebihan, konsumsi makanan tinggi lemak, minuman berkafein, atau minuman beralkohol juga dapat memicu gejala pada sebagian orang. Karena itu, penting untuk mengenali makanan atau kebiasaan yang menjadi pemicu keluhan pada diri sendiri.

Apabila memiliki riwayat maag atau sering mengalami keluhan lambung, tidak berarti harus menghindari makanan pedas sepenuhnya. Yang lebih penting adalah membatasi porsinya jika terbukti memicu gejala, makan secara teratur, mengunyah makanan dengan baik, serta menghindari langsung berbaring setelah makan.

Jika keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, atau rasa penuh di perut sering muncul, tidak membaik, atau disertai muntah darah, tinja berwarna hitam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jadi, anggapan bahwa makanan pedas menjadi penyebab utama maag tidak sepenuhnya benar. Pada sebagian orang, makanan pedas memang dapat memicu atau memperparah gejala, tetapi bukan penyebab langsung terjadinya gastritis. Menjaga pola makan yang seimbang, mengenali pemicu keluhan, dan menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan lambung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....