Air pH Tinggi untuk Kesehatan, Fakta atau Sekadar Tren?
- 25 Mei 2026 09:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Belakangan ini, air minum dengan pH tinggi atau yang sering disebut air alkali semakin populer di masyarakat. Banyak orang percaya air jenis ini lebih sehat dibanding air mineral biasa.
Tidak sedikit juga produk air minum yang menonjolkan angka pH tinggi sebagai nilai jual utama. Di media sosial, air alkali bahkan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan stamina hingga membantu menetralisir asam dalam tubuh.
Secara sederhana, pH adalah ukuran tingkat keasaman atau kebasaan suatu zat. Skala pH berada di angka 0 sampai 14. Air dengan pH 7 disebut netral, sedangkan pH di bawah 7 bersifat asam dan di atas 7 bersifat basa atau alkali. Umumnya, air minum yang aman dikonsumsi memiliki pH sekitar 6,5 hingga 8,5. Air alkali biasanya memiliki pH lebih tinggi, sekitar 8 hingga 9.
| Baca juga: Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan Kulit |
Banyak klaim menyebut air pH tinggi mampu membantu menjaga kesehatan tubuh. Beberapa orang percaya air alkali dapat membantu hidrasi lebih baik, mengurangi asam lambung, hingga meningkatkan metabolisme. Namun, hingga saat ini, bukti ilmiah mengenai manfaat besar air alkali masih terbatas. Sebagian besar penelitian masih berskala kecil dan belum cukup kuat untuk memastikan manfaatnya bagi semua orang.
Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem alami untuk menjaga keseimbangan pH. Organ seperti ginjal dan paru-paru bekerja secara otomatis mengatur kadar asam dan basa dalam tubuh. Karena itu, minum air dengan pH tinggi tidak langsung mengubah pH darah menjadi lebih basa. Tubuh tetap akan menyesuaikan kondisi tersebut agar tetap stabil.
Meski begitu, air dengan pH terlalu rendah atau terlalu asam juga tidak dianjurkan jika dikonsumsi terus-menerus. Air yang terlalu asam dapat memengaruhi rasa dan kualitas air, bahkan berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan pada sebagian orang. Selain itu, air dengan tingkat keasaman tinggi dapat meningkatkan risiko korosi pada pipa sehingga logam tertentu bisa ikut larut ke dalam air.
Di sisi lain, konsumsi air dengan pH terlalu tinggi dalam jangka panjang juga perlu diperhatikan. Dalam jumlah berlebihan, air yang terlalu basa dapat memengaruhi keseimbangan alami tubuh. Beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan ringan seperti mual atau perut terasa tidak nyaman. Pada kondisi tertentu, konsumsi berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh, meski kasusnya jarang terjadi.
Menurut World Health Organization, kualitas air minum tidak hanya ditentukan oleh pH, tetapi juga kebersihan, kandungan mineral, serta bebas dari bakteri dan zat berbahaya. Artinya, air dengan pH tinggi belum tentu otomatis lebih sehat dibanding air biasa. Yang paling penting adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik melalui air yang aman dan layak konsumsi.
Dokter dan ahli kesehatan umumnya menyarankan masyarakat tidak mudah percaya pada klaim kesehatan yang berlebihan. Jika ingin mengonsumsi air alkali, sebaiknya tetap dalam batas wajar dan tidak menggantikan pola hidup sehat lainnya. Tubuh tetap membutuhkan makanan bergizi, olahraga, tidur cukup, dan konsumsi air yang cukup setiap hari.
Pada akhirnya, tren air pH tinggi memang menarik perhatian banyak orang. Namun, hingga kini belum ada bukti kuat bahwa air alkali merupakan “air ajaib” yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dibanding terlalu fokus pada angka pH, menjaga pola hidup sehat dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi jauh lebih penting untuk kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....