Tak Lagi Kejang, Orang Tua Perlu Tahu Kapan Epilepsi Anak Bisa Dinyatakan Sembuh
- 23 Mei 2026 19:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bagi orang tua yang memiliki anak dengan epilepsi, melihat anak bisa beraktivitas tanpa kejang dalam waktu lama tentu menjadi kabar yang melegakan. Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun rutin minum obat dan kontrol ke dokter, banyak orang tua mulai bertanya-tanya apakah epilepsi pada anak sudah benar-benar sembuh.
Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika anak terlihat sehat dan tidak lagi mengalami kejang seperti sebelumnya. Namun, apakah bebas kejang berarti epilepsi sudah hilang sepenuhnya?
Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf yang menyebabkan aktivitas listrik di otak menjadi tidak normal. Kondisi ini dapat memicu kejang berulang dengan bentuk yang berbeda-beda pada setiap anak.
| Baca juga: Cara Bekas Gigitan Nyamuk Cepat Memudar |
Ada yang mengalami kejang hebat hingga kehilangan kesadaran, tetapi ada juga yang hanya tampak melamun atau diam beberapa saat. Karena itu, epilepsi tidak selalu terlihat sama pada setiap penderita.
Pada sebagian anak, epilepsi memang dapat terkendali seiring bertambahnya usia. Bahkan, beberapa jenis epilepsi pada anak bisa membaik dan menghilang ketika anak memasuki masa remaja.
Meski demikian, dokter biasanya tidak langsung menyatakan anak sembuh hanya karena sudah lama tidak kejang. Kondisi setiap anak perlu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk melihat riwayat kejang, hasil pemeriksaan EEG, hingga respons terhadap pengobatan.
| Baca juga: Penyebab Demam saat Gigi Balita Tumbuh |
Dokter biasanya akan mempertimbangkan penghentian obat jika anak sudah bebas kejang selama beberapa tahun. Umumnya, evaluasi dilakukan setelah anak bebas kejang sekitar dua hingga lima tahun.
Namun keputusan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh orang tua. Penghentian obat epilepsi harus dilakukan secara bertahap dan di bawah pengawasan dokter saraf anak agar risiko kejang kambuh bisa diminimalkan.
Menurut organisasi epilepsi internasional International League Against Epilepsy, epilepsi dapat dianggap “resolved” apabila seseorang bebas kejang selama 10 tahun dan tidak menggunakan obat antikejang selama lima tahun terakhir. Penjelasan ini menunjukkan bahwa istilah “sembuh” pada epilepsi memiliki penilaian medis tertentu dan tidak hanya berdasarkan hilangnya kejang dalam waktu singkat.
Selain pengobatan, gaya hidup anak juga memengaruhi kondisi epilepsi. Anak yang cukup tidur, rutin minum obat, dan menghindari pemicu kejang biasanya memiliki kondisi yang lebih stabil.
Sebaliknya, kurang tidur, stres, demam tinggi, atau lupa minum obat dapat meningkatkan risiko kejang kembali muncul. Karena itu, meskipun anak sudah lama bebas kejang, orang tua tetap perlu menjaga pola hidup sehat anak sehari-hari.
Dukungan keluarga juga sangat penting bagi anak dengan epilepsi. Banyak anak yang sebenarnya bisa tumbuh normal, aktif sekolah, dan bermain seperti teman-teman seusianya.
Orang tua sebaiknya tidak terlalu membatasi aktivitas anak, selama kondisi kesehatannya terkontrol dengan baik. Kepercayaan diri anak juga perlu dijaga agar mereka tidak merasa berbeda dari lingkungan sekitarnya.
Pada akhirnya, bebas kejang dalam waktu lama memang menjadi tanda yang baik bagi anak dengan epilepsi. Namun, penilaian mengenai apakah epilepsi sudah sembuh tetap harus berdasarkan evaluasi medis.
Karena itu, orang tua dianjurkan tetap rutin berkonsultasi dengan dokter dan tidak menghentikan pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan. Dengan penanganan yang tepat, banyak anak epilepsi dapat tumbuh sehat dan menjalani kehidupan yang normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....