RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka Sindrom HWW pada Remaja 14 Tahun
- 15 Apr 2026 09:58 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau kembali menunjukkan kapasitasnya dalam menangani kasus medis kompleks dengan berhasil mengatasi kasus langka sindrom Herlyn-Werner-Wunderlich (HWW) pada seorang pasien remaja berusia 14 tahun.
Sindrom HWW merupakan kelainan bawaan yang sangat jarang terjadi, di mana pasien dalam kasus ini memiliki dua rahim (uterus), dua serviks, satu vagina, dan hanya satu ginjal. Kondisi tersebut menyebabkan salah satu rahim mengalami sumbatan, sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar secara normal dan justru menumpuk hingga ke saluran tuba. Akibatnya, pasien mengalami pembesaran dan peregangan organ yang menimbulkan nyeri hebat, terutama saat menstruasi.
Kasus ini ditangani tim dokter spesialis yang dipimpin dr. Imelda E Baktiana, dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas, endokrin, dan reproduksi. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan penunjang seperti USG abdomen, USG transrektal, dan MRI, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan operasi gabungan.
Operasi tersebut dilakukan bersama dr. Dafnil Akhir Putra, konsultan uroginekologi dan rekonstruksi, pada Senin pagi 13 April 2026. Dalam prosedur tersebut, dr. Dafnil bertugas membuka sekat atau dinding yang menyumbat rahim melalui liang vagina, kemudian mengeluarkan darah menstruasi yang telah menumpuk, serta melakukan rekonstruksi pada vagina agar kembali ke kondisi normal.
Sementara itu, dr. Imelda melakukan tindakan histeroskopi, yaitu prosedur minimal invasif menggunakan alat berkamera untuk melihat kondisi rongga rahim. Ia juga melakukan laparoskopi guna membersihkan sisa darah menstruasi yang telah menyebar hingga ke rongga perut.
Pascaoperasi, kondisi pasien dilaporkan stabil. Jika tidak ditemukan komplikasi lanjutan, pasien direncanakan dapat pulang satu hari setelah tindakan dan melanjutkan kontrol rutin di poliklinik.
“Kasus sindrom Herlyn-Werner-Wunderlich ini sangat jarang terjadi. Pada pasien kami, terdapat dua rahim dengan salah satunya mengalami sumbatan sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar dan menimbulkan nyeri hebat. Melalui tindakan histeroskopi dan laparoskopi, kami dapat memastikan kondisi organ secara menyeluruh sekaligus membersihkan darah yang telah menyebar hingga ke rongga perut,” ujar dr. Imelda.
Sementara dr. Dafnil menuturkan tindakan yang dilakukan yakni dengan membuka sekat yang menyumbat melalui liang vagina.
“Tindakan yang kami lakukan adalah membuka sekat yang menyumbat melalui liang vagina, mengeluarkan darah yang menumpuk, serta melakukan rekonstruksi agar fungsi organ kembali normal. Jika remaja perempuan mengalami nyeri haid yang berlebihan atau tidak mengalami menstruasi sama sekali, sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan untuk deteksi dini,” kata dr. Dafnil.
Menurut dr. Imelda dan dr. Dafnil, kondisi memiliki dua rahim terjadi akibat gangguan atau kegagalan pembentukan organ reproduksi sejak awal masa kehamilan. Meski mekanisme kelainan fisiknya sudah diketahui, penyebab pasti gangguan perkembangan embrio tersebut hingga kini masih belum sepenuhnya dipahami. Kasus ini tergolong sangat langka, dengan kemungkinan kejadian kurang dari 1 persen atau sekitar 1 dari 600 pasien dengan gangguan pembentukan organ reproduksi.
Tim medis juga mengimbau para ibu yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang tengah hamil untuk menjaga asupan gizi seimbang serta rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke tenaga kesehatan. Selain itu, orang tua yang memiliki anak perempuan usia pubertas (10–14 tahun) diminta untuk waspada terhadap keluhan nyeri haid berlebihan atau tidak mengalami menstruasi sama sekali, dan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami mengimbau para ibu untuk menjaga asupan gizi selama kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan, karena pembentukan organ reproduksi terjadi sejak awal masa kehamilan.” katanya.
Sementara Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Yusi Prastiningsih menuturkan dengan dukungan tenaga medis profesional dan peralatan medis yang memadai, pihakntya berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kesehatan reproduksi wanita yang kompleks.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan dukungan tenaga medis profesional dan peralatan yang memadai untuk menangani kasus-kasus kompleks, khususnya di bidang kesehatan reproduksi wanita,” tuturnya, Rabu 15 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....