Mengenal Jakaba, Harta Karun bagi Tanaman
- 04 Okt 2026 00:31 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bagi para pencinta tanaman, ada satu bahan organik yang menarik untuk dikenali, yakni Jakaba. Namanya mungkin terdengar unik, tetapi bahan ini disebut memiliki potensi membantu tanaman tumbuh lebih subur.
Mengutip penelitian dalam Jurnal Pertanian Terpadu Volume 12 Nomor 2 Tahun 2024, Jakaba termasuk Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan kesuburan tanah.
| Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Tanaman Alpukat |
Lantas, apa sebenarnya Jakaba? Secara sederhana, Jakaba merupakan bahan yang dibuat dari berbagai macam bahan organik. Karena berasal dari bahan-bahan organik, keberadaannya juga dapat menjadi salah satu cara memanfaatkan limbah pertanian dan bahan alami yang ada di sekitar.
Salah satu hal yang membuat Jakaba menarik adalah bentuknya. Bahan ini memiliki warna cokelat dan bentuk yang disebut menyerupai koral. Teksturnya renyah dan mudah patah. Jadi, kalau membayangkan pupuk cair pada umumnya, Jakaba justru punya karakteristik yang cukup berbeda dan mudah dikenali dari bentuknya.
Jakaba juga sering disebut sebagai "harta karun" bagi tanaman karena memiliki berbagai kandungan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan. Di dalamnya terdapat unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium dan magnesium. Selain itu, terdapat pula berbagai senyawa organik yang dapat membantu menunjang pertumbuhan tanaman.
Bukan hanya soal nutrisi, Jakaba juga dikaitkan dengan keberadaan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Kandungan tersebut berpotensi membantu tanaman tumbuh lebih baik sekaligus mendukung kondisi tanah agar tetap subur. Karena itu, Jakaba menarik perhatian terutama dalam budidaya tanaman hortikultura seperti sayuran.
Penggunaannya juga cukup menarik karena dapat diterapkan pada tanaman yang ditanam di lahan maupun ruang terbatas. Tanaman sayuran seperti selada dan pakcoy, misalnya, dapat menjadi bagian dari budidaya yang memanfaatkan pupuk organik. Dengan begitu, bahan-bahan organik yang ada di sekitar tidak sekadar menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.
Jadi, kenapa disebut harta karun bagi tanaman? Bukan karena bentuknya yang mirip koral atau namanya yang unik, melainkan karena bahan organik ini menyimpan berbagai kandungan yang berpotensi membantu pertumbuhan tanaman. Jakaba menjadi salah satu contoh bahwa sesuatu yang berasal dari bahan sederhana di sekitar kita ternyata bisa memiliki manfaat untuk dunia pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....