Mengenal Morfologi dari Tanaman Selada Romaine

  • 26 Apr 2026 17:28 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Salah satu sayuran yang sering ada dalam salad adalah Selada Romaine. Selada ini memiliki rasa yang segar dan tidak pahit, membuatnya menjadi sayur favorit banyak orang.

Dikutip dari laman kikp-pertanian.id Selada romaine (Lactuca sativa L. var. longifolia) merupakan salah satu jenis sayuran daun yang banyak dikonsumsi dalam keadaan segar. Tanaman ini juga populer di berbagai negara.

Di Eropa, selada romaine dikenal sebagai bahan utama dalam Caesar Salad. Sementara itu, di negara seperti Jepang, Korea, dan Cina, selada romaine sering diolah menjadi campuran sup, tumisan, hingga digunakan sebagai pembungkus daging dan pangsit.

Di Indonesia sendiri, selada romaine umumnya diolah secara sederhana, seperti dijadikan jus atau salad segar. Selain menyegarkan, selada romaine juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, di antaranya membantu mencegah panas dalam, meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga kelembapan kulit, serta mendukung kesehatan rambut. Hal ini menjadikan selada romaine sebagai tanaman yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia.

Selada romaine memiliki daun yang rimbun dan tersusun berselang-seling di sekitar batang. Bentuk daun bervariasi, mulai dari bulat dan lebar, lonjong, hingga panjang tergantung varietasnya. Ciri khas daunnya menyerupai sirip ikan, dengan warna hijau muda hingga hijau pucat.

Tepi daun umumnya bergerigi atau berkerut, dengan panjang sekitar 20–25 cm atau lebih, serta lebar sekitar 15 cm. Tekstur daun bervariasi dari tipis hingga cukup tebal, dengan permukaan yang halus, licin, serta terasa kenyal dan lembut saat disentuh.

Untuk Batang selada romaine merupakan batang asli yang berbentuk bulat, kokoh, dan cukup kuat. Pada beberapa jenis, batang tampak sangat pendek sehingga terlihat seolah-olah tanaman tidak memiliki batang. Batang tanaman ini berwarna hijau muda dengan permukaan halus dan menjadi tempat melekatnya tangkai daun. Diameter daun selada romaine dapat mencapai sekitar 3 cm, sedangkan diameter batangnya sekitar 7 cm.

Selada romaine memiliki sistem perakaran berupa akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang tumbuh lurus ke bawah hingga mencapai panjang sekitar 40 cm, sedangkan akar serabut menyebar ke samping hingga sekitar 30 cm. Akar serabut tumbuh dari pangkal batang dan menyebar ke berbagai arah pada kedalaman 20–50 cm atau lebih, berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah.

Selada romaine memiliki ukuran tanaman yang bervariasi, dengan tinggi sekitar 20–30 cm dan lebar daun dapat mencapai 30–40 cm. Umur panen tanaman ini relatif singkat, yaitu sekitar 30–35 hari setelah tanam.

Berat tanaman juga beragam, mulai dari 100 gram hingga 400 gram, tergantung pada kondisi pertumbuhan dan varietasnya. Secara umum, selada romaine yang berkualitas baik memiliki rasa yang tidak pahit, aroma segar, serta tampilan daun yang menarik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....